Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Jangan Lupa Ekonomi

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
27/9/2017 05:31
Jangan Lupa Ekonomi
(MI/Ramdani)

SUASANA politik kembali memanas. Pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di depan para purnawirawan TNI memancing kontroversi. Pidato off the record yang bocor keluar menggambarkan ketegangan antara TNI, kepolisian, dan Badan Intelijen Negara. Kondisi ini pantas membuat masyarakat khawatir.

Pada tingkat prajurit saja ketegangan antara aparat kepolisian dan anggota TNI menimbulkan kehebohan yang menakutkan, apalagi jika itu terjadi pada tingkat angkatan. Kita tentu berharap Presiden Joko Widodo sebagai kepala negara segera turun tangan menyelesaikan persoalan. Sebagai panglima tertinggi, Presiden harus menunjukkan diri sebagai seorang komandan yang memegang kendali komando dan tidak membiarkan aparatnya berjalan sendiri-sendiri.

Jangan sampai terjadi sikap saling tidak percaya dan saling tidak menghormati karena yang akan dirugikan masyarakat banyak. Pada zaman Presiden Soeharto pernah terjadi kondisi seperti ini. Intelijen pada tingkat kesatuan dan angkatan bekerja sendiri-sendiri. Langkah intelijen yang di luar komando bisa mengancam kekuasaan.

Itulah yang membuat Presiden Soeharto menertibkan dan menata ulang peran intelijen. Koordinasi intelijen dipegang satu komando dan presiden hanya menerima informasi dari satu pintu. Setelah era reformasi peran intelijen bahkan diatur dalam undang-undang. Intelijen tidak lagi diberi kewenangan eksekusi seperti di masa lalu.

Badan itu hanya memberikan informasi kepada presiden dan kewenangan eksekusi berada di tangan presiden sebagai panglima tertinggi. Kita ingin ingatkan agar persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut karena kita mempunyai pekerjaan rumah yang lebih penting, yakni bagaimana memulihkan kondisi ekonomi.

Sudah hampir tiga kuartal 2017 ini berlalu dan kita belum menemukan momentum untuk membalikkan kondisi ekonomi. Yang terjadi justru stagnasi. Semua orang berupaya menggerakkan bisnis, tetapi belum ditemukan solusi yang paling tepat. Lihat saja perbankan yang mencoba untuk mendorong geliat ekonomi, tetapi penyaluran kredit tetap bergeming di angka satu digit. Padahal, Bank Indonesia menargetkan kredit bisa tumbuh di atas 12% agar ekonomi kita bisa tumbuh 5,2% tahun ini.

Hasil survei Center for Strategic and International Studies menunjukkan yang paling tertinggal kepuasannya adalah bidang ekonomi. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap ekonomi tercatat 56,9%, jauh di bawah bidang-bidang yang lain. Apa artinya? Masih banyak pekerjaan rumah di bidang ekonomi yang harus kita kerjakan.

Pemerintah sudah benar memacu pembangunan infrastruktur. Akan tetapi, ketersediaan infrastruktur yang tidak diikuti dengan pembangunan industri tidak akan menghasilkan pembangunan yang optimal. Kita perlu ingatkan kembali tujuan utama dari kemerdekaan ini ialah menciptakan kesejahteraan umum.

Kita merdeka bukanlah untuk berebut kekuasaan. Oleh karena itu, janganlah politik sampai membuat kita lupa pada tugas utama konstitusi, yakni bagaimana membuat warga bangsa ini mencapai kesejahteraan bersama. Pembangunan hanya bisa kita lakukan kalau ada kebersamaan di antara kita.

Itulah yang menjadi modal bagi kita untuk menciptakan ketenangan. Semua orang akan berani untuk melakukan investasi dan menjalankan bisnis apabila ada jaminan ketenangan. Di tengah ketidakyakinan investor untuk menanamkan modal di Indonesia, tentu menambah khawatir kalau aparat keamanan menunjukkan ketidakkompakan.

Apalagi kalau sudah muncul tindakan bagaimana kekuatan keamanan dipakai untuk kepentingan politik dan kekuasaan. Yang namanya pengusaha selalu menjauhkan diri dari kedua hal itu karena orientasi pengusaha selalu berjangka panjang. Jangka waktu investasi yang dilakukan pengusaha tidak bisa setahun dua tahun. Kecuali mereka hanya ingin menjadi pedagang.

Sebaliknya, yang namanya politik dan kekuasaan itu selalu berorientasi jangka pendek. Kita tahu dalam politik tidak pernah dikenal yang namanya kawan atau lawan yang abadi. Yang mereka kenal hanyalah kepentingan yang abadi. Sebagai presiden di era reformasi, Jokowi pasti sadar bahwa tidak mungkin semua pekerjaan untuk memajukan Indonesia bisa diselesaikan pada masa kepemimpinannya.

Tugas presiden di era reformasi memang meninggalkan legacy yang bisa menjadi pijakan bagi pemimpin berikutnya untuk melanjutkan pembangunan. Semoga kerja keras yang sudah dilakukan sekarang ini tidak dibuyarkan ketidakkompakan antarlembaga keamanan.



Berita Lainnya
  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.