Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Trans-Jawa

Suryopratomo | Dewan Redaksi Media Group
17/6/2015 00:00
Trans-Jawa
(ANTARA/PRASETYO UTOMO)
MIMPI untuk membangun tol dari Merak hingga Banyuwangi mulai tampak jejaknya. Peresmian tol Cikopo-Palimanan (Cipali) oleh Presiden Joko Widodo, Sabtu (13/6), membuat poros Merak hingga Cirebon sudah terhubung penuh. Tinggal selanjutnya dibangun tol sepanjang pantai utara Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kita harus mampu merealisasikan mimpi tersebut karena itulah salah satu simbol Indonesia merdeka. Selama ini hanya Herman Willem Daendels yang mampu membangun jalan Anyer-Panarukan. Kita hanya mampu menikmati jalan yang dibangun pemerintah kolonial Belanda itu. Tantangan membangun ruas yang tersisa tidak mudah. Seperti dikatakan Presiden, terlalu lamban masa pembangunan Cipali. Untuk pembebasan lahan dibutuhkan waktu enam tahun, sedangkan pembangunan konstruksi 3,5 tahun. Persoalan yang dihadapi kini ialah bagaimana menyelaraskan kepentingan publik dengan kepentingan sekelompok orang. Tidak ada pembangunan yang tidak akan mengena kepentingan orang per orang.

Negara sudah mengatur pembebasan lahan yang tidak merugikan masyarakat. Dalam praktiknya selalu ada sekelompok orang yang ingin mendapatkan keuntungan lebih besar. Atas nama hak asasi manusia, persoalan diperlebar menjadi pertentangan negara melawan rakyat. Apalagi masuk kepentingan kelompok yang berupaya mencari panggung. Akibatnya pembangunan nasional jadi korban.

Pengalaman buruk masa lalu menambah trauma. Kita tidak mau menyadari bahwa sistem politik sudah berubah. Kita tidak lagi hidup di era otoriter, tetapi di era demokrasi yang mengatur secara lebih baik tentang hak dan kewajiban.

Selesainya pembangunan tol Cipali kita harapkan juga menjadi 'pemecah telur'. Proses pembangunan tol itu menjadi model bagi pembangunan tol lain. Tanpa ada percepatan infrastruktur yang satu ini, pembangunan ekonomi akan tersendat. Setelah selesainya pembangunan Pelabuhan Teluk Lamong dan kini tol Cipali, kita berharap ada konsistensi pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Dengan demikian, itu jadi penambah keyakinan investor bahwa kita sungguh-sungguh membenahi ekonomi.

Tekanan ekonomi yang kita hadapi tidak main-main. Semua indikator menunjukkan pelemahan. Kita harus menghentikan anggapan di tengah masyarakat bahwa perekonomian akan terus memburuk. Persoalan yang kita hadapi ialah perekonomian jangka pendek. Sejauh mana pemerintah dalam mengendalikan pelemahan yang terjadi dan stimulus yang dikeluarkan benar-benar bisa menggerakkan sektor riil.

Banyak langkah sudah dijanjikan untuk menangani kelesuan di sektor riil. Namun, pelaksanaannya masih lamban. Relaksasi moneter yang dijanjikan Bank Indonesia untuk mendorong sektor otomotif dan properti masih sebatas konsep. Rencana Menteri Keuangan untuk menghapus pajak penjualan barang mewah sejumlah produk baru berlaku 1 Juli. Sepertinya kita masih harus menunggu hingga semester II untuk perekonomian akan membaik. Persoalannya, sejauh mana masyarakat mampu bertahan? Apalagi besok mulai puasa dan kemudian Lebaran.

Pemerintah harus lebih aktif berkomunikasi dengan masyarakat. Lebih dari itu, janji perbaikan ekonomi harus segera direalisasikan agar bisa segera dirasakan. Itulah yang akan menciptakan self-fulfilling prophecy bahwa perekonomian negeri ini masih menyimpan harapan untuk menjadi lebih baik.


Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.