Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Inspirasi dari Negeri Al Falasi

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
22/9/2017 05:31
Inspirasi dari Negeri Al Falasi
(Thinkstock)

"ADA banyak kompetisi yang telah aku ikuti. Beberapa kali aku menang, tapi aku tidak melihat itu prestasi terbesarku. Bagiku, prestasi terbesar yang telah aku capai sejauh ini ialah menyebarkan pengetahuan, jadi pembicara di sekolah-sekolah dan universitas, menginspirasi, dan mengajak mereka menjadi penemu. Kita semua harus menjadi penemu."

Itulah kehendak mulia Fatima Al Kaabi, penemu robot termuda dari Uni Emirat Arab (UEA), ketika UNESCO mengundangnya berpidato pada Festival Pemuda Digital di Doha, Qatar, tahun lalu. Gadis berhijab itu diundang khusus untuk memberi inpirasi kepada para siswa agar menekuni teknologi. Ia menegaskan apa yang ia lakukan untuk membuat hidup manusia lebih mudah. Seperti printer braille yang terbuat dari batu bata lego yang ia temukan untuk tunanetra.

Siswi Manor Hall International School, Al Ain, Abu Dhabi, itu memang amat terkenal di negerinya. Beberapa kali Fatima menerima penghargaan sains dan robot. Pada usia 13 tahun ia memenangi Shaikh Hamdan dan Sharjah Awards, juga menjadi pemenang pertama di Olimpiade Robot di UAE. Ia bintang ilmuwan muda dari Abu Dhabi (yang juga disebut Al Wasi); dari Timur Tengah.

Pada 2015 ia menerima penghargaan Pioneers of United Arab Emirates dari Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA dan penguasa Dubai, sebagai penemu termuda UEA dan untuk kontribusi bagi negara. Belum ada penemu termuda seperti Fatima yang sudah menjadi pencipta robot sebelumnya.

Fatima sudah menciptakan robot sejak kanak-kanak ketika usianya baru tujuh tahun. Latar belakang orangtua yang bergerak di bidang teknologi menjadi inspirasinya sebagai seorang penemu. Sang ayah insinyur elektro dan ibunya mempelajari teknologi informasi. Sejak kanak-kanak ia menyerap apa yang dikerjakan orangtuanya di rumah dalam hal teknologi.

Cerita Fatima itulah yang dalam suasana Tahun Baru 1439 Hijriah ramai dibincangkan kembali. Bukan sekadar ramai kita mengucapkan 'Selamat Tahun Baru Islam'. Maksudnya, tentu untuk menjadi inspirasi bahwa kemajuan Islam seperti pernah jaya pada abad 7-13 karena ilmu pengetahuan berkembang pesat. Semangat itulah yang di Indonesia oleh Bung Karno pernah dihidupkan lagi, yakni dengan api Islam yang menyala-nyala, bukan 'abunya yang berupa celak mata dan sorban...'.

Fatima telah pula menginspirasi para enam siswi di Afghanistan membuat robot, robot pemilah bola. Keenam gadis berhijab ini berasal dari Herat, kota di sebelah barat Afghanistan. Mereka berhasil lolos mengikuti kompetisi ajang robot internasional. Penemuan mereka akan diadu dengan robot lainnya di kompetisi internasional FIRST Global Challenge yang digelar di Washington DC, Amerika Serikat, Juli lalu.

Sayang, keenam remaja ini tak mendapat visa dari Kedubes Amerikat. Warga Afghanistan memang sulit untuk berkunjung ke 'Negeri Paman Sam'. Di Pakistan, tetangga Afghanistan, ada gadis remaja yang amat hebat, Malala Yousafzai. Dalam 12 tahun ia berani melawan Taliban. Dalam usia teramat muda ia menyerukan agar para pemimpin dunia menjadikan pendidikan sebagai prioritas.

Malala ditembak kepalanya oleh Taliban pada 2012 karena ia aktif mengampanyekan pendidikan bagi kaum perempuan. Taliban sangat antiperempuan bergiat dalam pendidikan. Malala kemudian diganjar Nobel Perdamaian pada 2014. Di Pakistan juga ada Ayesha Farooq. Perempuan berusia 26 tahun itu menjadi pilot pesawat tempur pertama di negerinya.

Jilbab tak menghalangi langkahnya mengudara menerbangkan burung besi tempur. Ia mendahului lima rekan perempuannya di Angkatan Udara Pakistan yang lulus ujian final pilot jet tempur. Arab Saudi, negeri yang kemajuan perempuannya amat terlambat, sejak 10 tahun terakhir telah mengirimkan 35 ribu mahasiswa ke Barat, dan sebagian besar ialah perempuan.

Ini tentu bermaksud mengubah pandangan lama bahwa perempuan serba dibatasi kiprahnya di luar rumah. Bahwa perempuan bagian penting perubahan. Begitulah mestinya. Seperti kajian Pew Research Center di Amerika Serikat yang dirilis pada 2015, Islam menjadi agama yang paling pesat perkembangannya, dari 1,6 miliar pada 2010 dan akan menjadi 2,76 miliar pemeluknya di 2050. Untuk Kristen, pertumbuhan sebelumnya diperkirakan akan besar, tetapi tidak melebihi pertumbuhan dari Islam.

Kajian Pew yang mengumpulkan data dari 234 negara selama enam tahun mencatat jumlah pemeluk Kristen tumbuh dari 2,17 miliar menjadi 2,92 miliar pada 2050--ini hampir 30% jumlah populasi dunia. Pada 2075 jumlah pemeluk Islam diperkirakan melebihi pemeluk Kristen.

Dengan pertumbuhan Islam seperti itu, Tahun Baru Islam mestinya dimaknai sebagai upaya untuk membangun kejayaan Islam, mengobarkan api Islam, merebut ilmu pengetahuan dan teknologi. Bukan semata seremoni yang tak mengedepankan substansi. Mestinya tak sekadar rancak berhijab, bersorban, bercelak mata, tetapi juga berkemajuan. Kuantitas tanpa kualitas jelas akan menjadi beban.



Berita Lainnya
  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.