Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Harimau untuk Trump

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
11/9/2017 05:31
Harimau untuk Trump
(AFP PHOTO / MANDEL NGAN)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump kiranya perlu belajar dari harimau. Sedikitnya ada tiga pelajaran, yaitu (1) jangan pelihara anak harimau, (2) jangan bangunkan harimau tidur, dan (3) mulutmu harimaumu.

'Anak harimau' yang dipelihara Trump ialah Steve Bannon, pemimpin Breitbart News, medium kanan-alternatif (alt-right) yang kemudian menjadi eksekutif kampanye untuk memenangkan Trump menjadi presiden. Dialah otak semua gagasan pengagungan kulit putih dan kebencian yang dilontarkan Trump.

Larangan warga tujuh negara Islam masuk ke AS dan ide membangun tembok perbatasan AS-Meksiko jelas dan tegas merupakan buah pikiran Steve Bannon. Ia juga yang menganjurkan agar AS di bawah pimpinan Trump melancarkan perang ekonomi terhadap Tiongkok.

Sang 'anak harimau' bertambah leluasa setelah menjadi 'bapak harimau' karena diangkat menjadi Kepala Strategi Gedung Putih dan duduk di Dewan Keamanan. "Tutup mulutmu," katanya kepada media yang membongkar kebohongan Trump.

Majalah Time (13/2/2017) menyebut Steve Bannon sebagai the Great Manipulator. Akan tetapi, Presiden Trump terus membelanya dengan membahasakannya sebagai sahabat dan bukan rasialis. Kiranya cerita menjadi lain setelah merebak konflik Steve Bannon dengan Jared Kushner, menantu Trump.

Pada 18 Agustus lalu, Steve Bannon dipecat dari Gedung Putih. Ia kembali menjadi 'anak macan' memimpin Breitbart News. Korea Utara ialah 'harimau tidur' yang dibangunkan Trump. Di dalam negeri, negara itu tiada henti membangun senjata nuklir, tetapi tidak terlalu menampakkan keganasan mereka ke kancah dunia.

Sampai kemudian Trump menunjukkan nafsunya untuk melumpuhkan Korea Utara dengan cara mendesak Tiongkok untuk melakukannya. Tiongkok terlalu besar untuk menghiraukan desakan Trump.

Sebaliknya, Korea Utara malah menjadi seperti macan yang dibangunkan dari tidurnya, agresif menunjukkan kepada dunia betapa gagah perkasanya senjata nuklir yang mereka bangun dan kembangkan.

Sebuah senjata nuklir dikirim dengan kemampuan dapat menjangkau Amerika Serikat, senjata lainnya dikirim ke dekat teritorium Jepang. Terakhir, Korea Utara kian mengejutkan dunia dengan uji coba bom hidrogen, berkekuatan lebih delapan kali bom hidrogen yang diuji coba setahun lalu.

Seperti harimau dibangunkan dari tidurnya, Korea Utara siap mencakar, siap berperang. Mulutmu harimaumu sangat mengena ditujukan kepada Trump. Mulutnya bertambah satu lagi melalui Twitter, medium sosial tempat dia ngomong/berkicau seenaknya.

Ada artis yang menggambarkan bentuk mulut hingga ke dagu Trump bagaikan bentuk seekor kodok. Entah apa maksudnya. Ada yang mengumpulkan sedikitnya 58 kutipan yang meluncur dari mulut Trump yang menunjukkan mulutmu harimaumu.

Contohnya, 'Sebuah sumber yang sangat dapat dipercaya bilang kepada saya bahwa akta kelahiran Barack Obama palsu'. Contoh lain, 'Rusia, dengarkan, saya harap kamu mampu mendapatkan 30.000 e-mail Hillary Clinton yang hilang.

Saya pikir kamu akan mendapat penghargaan dari pers kami'. Begitulah mulut Trump, yang menurut editorial koran yang telah meraih 18 hadiah Pulitzer, St Louis Post-Dispatch (18/5/2017), merupakan musuhnya yang terburuk.

Mulutnya bahkan dinilai lebih berbahaya daripada Korea Utara. Mulutnya dapat massal menghancurkan. Kiranya tidak berlebihan menyarankan Presiden AS Donald Trump untuk belajar kepada harimau, khususnya harimau sumatra. Kenapa?

Bukan semata karena saya berasal dari Sumatra, melainkan karena populasi harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) terus menurun. Mereka terancam punah. Trump bisa terlambat belajar bila kita terlambat melestarikannya.



Berita Lainnya
  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.