Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Politisi Pembakar Sekolah

Djadjat Sudrajat Dewan Redaksi Media Group
08/9/2017 05:31
Politisi Pembakar Sekolah
(MI/SURYA SRIYANTI)

DI mana pun mereka membakar buku, pada akhirnya mereka akan membakar manusia," kata Heinrich Heine, penyair Jerman abad ke-19. Mengapa manusia menghancurkan buku? "Untuk menghabisi memori penyimpannya,” jawab Fernando Baez, Kepala Perpustakaan Nasional Venezuela dalam buku Penghancuran Buku dari Masa ke Masa (2014). Sepanjang sejarah pembakar buku bukanlah orang-orang pandir, bahkan ‘berideologi’.

Bagaimana dengan membakar sekolah? Lokus terpenting untuk transfer ilmu dan pengetahuan, membangun karakter dan moral, tempat guru dan siswa membangun peradaban. Saya ingin menyamakan pembakar sekolah di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, juga di mana pun, sebuah laku nista, sebuah kejahatan untuk membakar manusia.

Yang membuat nalar kita membuncah, dalam waktu sepekan tujuh gedung sekolah dasar dilumathanguskan api yang berkobar-kobar; dan dugaan otak laku durjana itu penyandang predikat terhormat. Ia Yansen A Binti, anggota DPRD Kalimantan Tengah dari Partai Gerindra.

Menurut polisi, Yansen menyuruh tujuh anak buahnya dan membiayai pembakaran, Juli lalu. Yansen bersama delapan orang kini menjadi tersangka pembakaran itu. Adakah ia sehat secara kejiwaan? Sejauh ini Yansen sehat walafiat.

Ia tidak mengalami gangguan jiwa. Anggota legislatif dan juga dosen mestinya tak oleng jiwanya. Dengan bekal ini, kita menjadi tidak relevan memang bicara motif pembakaran. Apa pun motifnya, terlebih lagi otak pelakunya wakil rakyat, sungguh biadab.

Terlebih lagi terungkap motif naif: untuk menarik perhatian Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran. Mungkin perkara ‘proyek’? Dalih yang mencengangkan akal sehat. Cara menarik perhatian seorang Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dengan membakar gedung sekolah?

Tidak lewat memaksimalkan tiga fungsi yang dimilikinya? Mari kita tilik biodata Yansen untuk menunjukkan bahwa otak pembakaran tujuh gedung sekolah dasar ialah sosok tepelajar nan terhormat.

Kelahiran di Banjarmasin, 13 Agustus 1957 ini menyelesaikan kuliah S-1 di jurusan ekonomi universitas ternama di Jawa Timur; dan melanjutkan program magister bisnis di sebuah perguruan tinggi Jakarta.

Untuk menunjukkan keterpelajarannya lagi, Yansen ialah pensyarah atau dosen di tiga perguruan tinggi di Palangkaraya. Untuk menunjukkan bahwa ia memang sangat terhormat, ia wakil rakyat di daerahnya untuk periode 1997-1999; periode 2009-2014; dan kini anggota DPRD Kalimantan Tengah periode 2014-2019. Ia terpilih berkali-kali menjadi anggota legislatif, mestinya ia orang yang dipercaya.

Namun, ia otak pembakaran tujuh gedung sekolah dasar. Dengan sejumput biodata itu, bagaimana kita menerima laku jahatnya dengan membakar sekolah? Lokus untuk belajar-mengajar, tempat disimpannya begitu banyak arsip penting. Data siswa, guru, rapor, ijazah, buku-buku, dan aneka alat penunjang belajar. Kini lebih dari satu bulan siswa di sana belajar di tempat-tempat darurat.

Politisi korupsi memang seperti menjadi tabiat. Politikus merekayasa banyak urusan itu hal biasa. Poltisi dari Kendari, Nur Alam, yang kini tersangka korupsi juga tengah ramai dibincangkan karena diduga terlibat plagiarisme disertasi di Universitas Negeri Jakarta.

Di negeri ini kabarnya banyak disertasi ‘bajakan’ seperti itu. Namun, politisi pembakar tujuh gedung sekolah dasar? Seingat saya, sepanjang sejarah Republik Indonesia, setidaknya sepanjang yang saya tahu, baru kali ini terjadi seorang politisi yang mencari perhatian kepada gubernur dengan membakar gedung sekolah saban malam dalam waktu sepekan.

Di tengah kondisi pendidikan kita yang belum naik kelas, gedung sekolah masih banyak rusak, tingkat literasi kita berada di nomor buncit, seorang wakil rakyat justru membakar sekolah. Jika terbukti, mestinya ia diterungku dengan berat, juga mesti mengganti seluruh biaya pembangunan kembali sekolah yang ia bakar.

Politisi pembakar sekolah, awalnya saya kira, warta dusta. Ternyata benar adanya. Ke depan rupanya perasaan kita mesti dilatih untuk selalu siap secara mental melihat laku para politikus kita yang musykil sekalipun. Sebab, hal yang musykil sekalipun, bisa terjadi, seperti membakar gedung sekolah dasar itu. Adakah ia tak menyesal melihat api berkobar-kobar melalap tujuh gedung sekolah dasar?



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.