Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
TEMUAN terkait dugaan adanya ribuan petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) yang terafiliasi partai politik dinilai akan mendegradasi kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Pengamat kepemiluan Titi Anggraini meminta agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera menindaklanjuti temuan tersebut.
"KPU harus responsif terhadap temuan tersebut karena bisa berdampak buruk pada upaya politisasi atau delegitimasi proses dan hasil pilkada oleh kelompok yang tidak puas," kata Titi kepada Media Indonesia, Jumat (26/7).
Baca juga : Kapan Gaji Pantarlih Pilkada 2024 Cair? Cek Jadwal dan Nominalnya
Temuan soal petugas pantarlih yang terafiliasi parpol juga sangat mengkhawatirkan. Sebab, bukan hanya kredibilitas pemutakhiran data pemilih yang bisa diragukan, hal itu juga bisa berdampak pada penyalahgunaan data ataupun akses untuk kepentingan partisan elektoral.
"Pihak-pihak yang keberatan bisa terus menerus mempersoalkan hal itu dan membangun opini yang bisa mendegradasi kepercayaan publik terhadap jalannya pilkada," imbuh Titi.
Setelah adanya temuan tersebut, hal yang paling penting bagi KPU selain sikap responsif dan cepat tanggap menyikapi temuan tersebut, KPU juga harus terbuka, transparan dan akuntabel menyampaikan status tindak lanjut yang sudah dilakukan untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut kepada publik.
"Hal itu penting agar tidak terus menerus terjadi kontroversi dan spekulasi yang bisa menggerus integritas dan kredibilitas kerja-kerja KPU dalam menyelenggarakan pilkada serentak 2024," pungkasnya. (Dis/Z-7)
Direktur IPR, Iwan Setiawan, menyebutkan alokasi anggaran umum untuk Pilkada langsung tahun 2024 saja mencapai Rp38,2 triliun.
Kemendagri mendorong evaluasi rekrutmen politik dan sistem pilkada untuk menekan korupsi kepala daerah yang terus berulang meski pengawasan diperketat.
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Pilkada tak langsung bertentangan dengan semangat demokrasi lokal dan tidak menyelesaikan persoalan biaya politik tinggi.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
SISTEM pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang telah berjalan dua dekade dinilai gagal mewujudkan demokrasi substansial.
Bawaslu menemukan dugaan adanya ribuan petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) yang terlibat dalam partai politik.
Bawaslu DKI Jakarta menyebut ada empat Pantarlih yang diduga menggunakan joki untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) calon pemilih Pilkada 2024.
Temuan petugas pemutakhiran data pemilih di Cimahi terkait adanya rumah yang ditinggali lebih dari satu KK memang lumrah ditemukan hampir di seluruh kelurahan
Dalam menjalankan tugasnya, Pantarlih akan diberikan gaji atau honor. Lalu, kapan gaji Pantarlih diberikan?
Bawaslu berkomitmen untuk mengawal hak pilih masyarakat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved