Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAKNYA kritikan keras terhadap Marshel Widianto atas pencalonannya mendampingi Riza Patria dalam pilkada calon wali kota Tangerang Selatan (Pilkada Tangsel) dinilai sebagai bentuk respect terhadapnya. Kritikan pedas justru berdatangan dari rekan-rekan satu profesi dengan komedian tersebut.
"Itu selalu roasting kalau dia respect dengan orang yang di-roasting," ujarnya, Kamis, (18/7).
Marshel yang disebut pernah menjadi kurir narkoba ini menerima kritikan itu agar menjadi evaluasi dirinya untuk jadi lebih baik.
Baca juga : Gerindra Pastikan Usung Komika Marshel Widianto di Pilkada Tangsel
"Dari banyak komentar itu khususnya menjadi evaluasi buat saya untuk lebih baik lagi,” tambahnya.
Dia pun mengaku yakin bisa menang dalam laga pilkada Tangsel meski tidak memiliki kemampuan dalam memimpin pemerintahan. Pengalamannya sebagai orang susah menurutnya sudah cukup untuk memotivasi dirinya menjadikan Tangerang maju dan sejahtera.
"Saya yakin karena saya berangkat dari keresahan yang sama yang dulu pernah hidup miskin. Dengan keresahan dan daya juang itu yang saya punya agar tidak ada ketimpangan lg di Tangsel," tegasnya.
Baca juga : Jangan Anggap Remeh Marshel, Gerindra: Sosok yang Kritis
Ayah dua anak inipun berterima kasih kepada PSI yang telah memberikan rekomendasi untuk maju di pilkada Tangsel.
"Terima kasih sudah memberikan rekomendasi. Ini menjadi triger kami untuk memenangkan pilkada. Kita hapus semua ketimpangan di Tangsel," cetusnya di DPP PSI Jakarta.
Di kesempatan yang sama, Ketum PSI Kaesang Pangarep menilai kritikan pedas yang dilayangkan kepada Marshel disebabkan hanya mengetahui calonnya itu hanya dari tampilan luar. PSI mendukungnya karena Marchel dinilai tahu tentang Tangsel.
"Kita tahu kritikan di sosmed datang ke Marchel tapi selama ini tahu dari luarnya saja. Tapi saat dia memaparkan apa yang dia ingin lakukan dan tahu soal Tangsel saya rasa dia punya kemampuan hanya saja dia belum diberi kesempatan. Saya rasa dia bisa menghadapi incumbent dari Golkar," tegasnya.
(Z-9)
Kepolisian tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan yang merampas harta benda masyarakat secara paksa.
KPK menyita Rp5 miliar dari penggeledahan di Ciputat terkait kasus suap dan gratifikasi impor barang KW di Ditjen Bea Cukai Kemenkeu.
Pemkot Tangerang Selatan bergerak cepat menangani pencemaran residu kimia akibat kebakaran gudang pestisida di Taman Tekno Setu.
Residu kimia yang masuk ke aliran sungai telah memicu kematian massal biota akuatik.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dan Mendikdasmen Abdul Mu’ti resmikan gedung Ibnu Abbas BSD, soroti mutu pendidikan dan angka putus sekolah.
KLH/BPLH periksa PT Biotek Saranatama usai kebakaran 20 ton pestisida cemari Sungai Cisadane hingga 22,5 km dan sebabkan ikan mati massal.
Prioritas pembangunan disesuaikan dengan kebutuhan seperti untuk peningkatan akses pendidikan bagi anak anak, penanganan sampah, banjir, dan lain lain.
Konsentrasi partikel halus () di Tangerang Selatan kerap melampaui ambang batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
KEPOLISIAN Resor (Polres) Tangerang Selatan (Tangsel) menangkap seorang oknum guru di Rawa Buntu, Serpong, Tangsel berinisial YP, 55. Ia diduga mencabuli belasan muridnya.
Data lapangan menunjukkan bahwa pada Jumat (16/1/2026), di Pos Ciputat dan Pasar Cimanggis, masih banyak warga yang tidak membawa identitas (KTP) saat terjaring.
Pemkot tidak akan mengambil langkah sepihak atau memaksakan kerja sama tanpa adanya kesepakatan bersama dengan wilayah terkait.
PEMERINTAH Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meluncurkan Rencana Capaian 100 Hari Tim Percepatan Pengelolaan Sampah sebagai langkah darurat mengatasi keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved