Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meluncurkan Rencana Capaian 100 Hari Tim Percepatan Pengelolaan Sampah sebagai langkah darurat mengatasi keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang. Dalam skema ini, Pemkot Tangsel beralih dari pola konvensional ke pengelolaan sampah modern berbasis teknologi dan ekonomi sirkular.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa fokus utama dalam 100 hari ke depan mencakup penguatan regulasi, digitalisasi sistem, serta optimalisasi pengolahan sampah di sektor hilir guna mengurangi beban anggaran daerah.
"Persoalan sampah di Tangerang Selatan tidak bisa lagi diselesaikan dengan pola konvensional kumpul-angkut-buang. Kami menargetkan adanya integrasi data dan percepatan implementasi teknologi ramah lingkungan," ujar Benyamin melalui keterangannya, Selasa (6/1).
Di sektor hilir, Pemkot Tangsel tengah menggenjot pembangunan infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) serta penggunaan insinerator yang memenuhi baku mutu lingkungan di TPA Cipeucang. Langkah ini diambil untuk mencegah kondisi overload yang menghantui lahan pembuangan akhir di wilayah tersebut.
"Kami mengakselerasi proses teknis agar teknologi waste-to-energy segera beroperasi maksimal. Ini bukan hanya soal membersihkan kota, tapi efisiensi biaya pengelolaan jangka panjang," kata Benyamin.
Sebagai langkah kontingensi, Benyamin juga memastikan pemantapan kerja sama pembuangan sampah ke TPA Lulut Nambo di Jawa Barat guna menjamin tidak adanya penumpukan sampah di permukiman warga selama masa transisi teknologi.
Guna menekan volume sampah yang masuk ke TPA hingga 30%, Pemkot Tangsel mengaktifkan kembali 22 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di tujuh kecamatan. Benyamin menjanjikan insentif bagi kelompok swadaya masyarakat (KSM) yang berhasil melakukan pemilahan sampah secara efektif sejak dari sumbernya.
Selain itu, sistem pengangkutan sampah akan mulai didigitalisasi melalui real-time monitoring. Sistem ini memungkinkan Pemkot memantau pergerakan armada pengangkut secara akurat untuk menentukan alokasi anggaran dan retribusi yang lebih adil bagi warga.
Dari sisi manajerial, Tim Percepatan diinstruksikan segera merampungkan Peraturan Wali Kota (Perwal) untuk memberikan kepastian hukum bagi investor. Pemkot Tangsel membuka ruang bagi pihak swasta untuk berkolaborasi melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
"Seratus hari ini adalah fase 'perang' terhadap ego sektoral. Saya akan melakukan evaluasi setiap dua minggu sekali untuk memastikan setiap poin rencana aksi ini berjalan sesuai jadwal," pungkas Benyamin. (E-4)
Benyamin juga memastikan tidak akan ada pengurangan tenaga PPPK.
PEMERINTAH Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyatakan telah melakukan langkah proaktif berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk segera memperbaiki kerusakan di Flyover Ciputat.
PALANG Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang Selatan menyiagakan enam posko kesehatan selama 24 jam penuh untuk mengawal kelancaran arus balik Lebaran 2026.
Jadwal pelayanan terbatas ini dibuka pada pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan dilaksanakan di seluruh Kantor Pertanahan di Provinsi Banten, termasuk Kantah Tangsel.
SEORANG oknum anggota TNI AD diamankan setelah terlibat perselisihan dengan pengemudi ojol di Tangerang Selatan. Aksinya viral di media sosial karena terekam menodongkan pistol
Prioritas pembangunan disesuaikan dengan kebutuhan seperti untuk peningkatan akses pendidikan bagi anak anak, penanganan sampah, banjir, dan lain lain.
PERSOALAN darurat sampah di Kota Solo makin serius, seiring pengolahan sampah menjadi energi listrik di Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) PLTSa Putri Cempo) yang tidak efektif sejak awal.
Data lapangan menunjukkan bahwa pada Jumat (16/1/2026), di Pos Ciputat dan Pasar Cimanggis, masih banyak warga yang tidak membawa identitas (KTP) saat terjaring.
Darurat sampah Tengerang dan Tangsel disebut pengamat sebagai bukti dari kegagalan tata kota dan pengelolaan sampah dalam jangka panjang.
AKTIVIS Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Muhammad Aminullah menilai kondisi darurat sampah Tangerang bukan peristiwa mendadak, melainkan akumulasi kelalaian tata kelola.
Tim Satuan Tugas (Satgas) akan dikerahkan secara intensif untuk melakukan pengangkutan sampah yang masih menumpuk di berbagai wilayah pemukiman maupun protokol.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved