Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Walhi: Darurat Sampah Tangerang Akumulasi Kelalaian Bertahun-tahun

Mohamad Farhan Zhuhri
08/1/2026 16:55
Walhi: Darurat Sampah Tangerang Akumulasi Kelalaian Bertahun-tahun
Ilustrasi, sejumlah kendaraan melintasi tumpukan sampah yang menimbulkan bau di Tangerang.(Dok. MI)

AKTIVIS Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Muhammad Aminullah menilai kondisi darurat sampah Tangerang bukan peristiwa mendadak, melainkan akumulasi kelalaian tata kelola yang dibiarkan bertahun-tahun. 

Menurut dia, krisis yang muncul hari ini merupakan konsekuensi dari pengabaian kebijakan pengelolaan sampah yang seharusnya sudah dijalankan sejak lama.

Aminullah menjelaskan, praktik open dumping sejatinya telah diwanti-wanti sejak 2008 dan dilarang sepenuhnya pada 2013. Namun hingga kini, pemerintah daerah dinilai tidak menunjukkan langkah serius untuk menutup sistem tersebut atau menyiapkan peta jalan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. 

"Aturannya sudah jelas, tapi tidak dijalankan. Sekarang risikonya betul-betul dihadapi,” ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (8/1).

Ia menegaskan, dampak darurat sampah Tangerang akan dirasakan secara berlapis oleh masyarakat, mulai dari meningkatnya risiko penyakit, pencemaran air lindi, hingga pencemaran udara. 

Penumpukan sampah yang tidak terkelola, kata dia, akan berujung pada penurunan kualitas hidup warga di sekitar lokasi terdampak.

Walhi juga mengingatkan, penanganan darurat yang keliru berpotensi memperparah krisis. Salah satunya dengan membakar sampah sebagai jalan pintas. 

“Pembakaran justru menambah persoalan lingkungan, terutama pencemaran udara dan emisi,” kata Aminullah.

Terkait kerja sama antarwilayah, Aminullah menyebut kondisi pengelolaan sampah di Jabodetabek pada umumnya sudah overload. 

Hampir semua daerah menghadapi persoalan serupa, sehingga koordinasi tetap diperlukan tetapi tidak bisa menjadi solusi utama.

Karena itu, Walhi mendorong pemerintah daerah segera beralih ke pengelolaan sampah terdesentralisasi dengan membangun fasilitas yang dekat dengan sumber sampah. 

"TPS 3R, pengolahan kompos, maggot, dan pemilahan di tingkat rumah tangga harus dipercepat. Sampah tidak bisa lagi bergantung pada satu TPA,” pungkasnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya