Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVIS Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Muhammad Aminullah menilai kondisi darurat sampah Tangerang bukan peristiwa mendadak, melainkan akumulasi kelalaian tata kelola yang dibiarkan bertahun-tahun.
Menurut dia, krisis yang muncul hari ini merupakan konsekuensi dari pengabaian kebijakan pengelolaan sampah yang seharusnya sudah dijalankan sejak lama.
Aminullah menjelaskan, praktik open dumping sejatinya telah diwanti-wanti sejak 2008 dan dilarang sepenuhnya pada 2013. Namun hingga kini, pemerintah daerah dinilai tidak menunjukkan langkah serius untuk menutup sistem tersebut atau menyiapkan peta jalan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
"Aturannya sudah jelas, tapi tidak dijalankan. Sekarang risikonya betul-betul dihadapi,” ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (8/1).
Ia menegaskan, dampak darurat sampah Tangerang akan dirasakan secara berlapis oleh masyarakat, mulai dari meningkatnya risiko penyakit, pencemaran air lindi, hingga pencemaran udara.
Penumpukan sampah yang tidak terkelola, kata dia, akan berujung pada penurunan kualitas hidup warga di sekitar lokasi terdampak.
Walhi juga mengingatkan, penanganan darurat yang keliru berpotensi memperparah krisis. Salah satunya dengan membakar sampah sebagai jalan pintas.
“Pembakaran justru menambah persoalan lingkungan, terutama pencemaran udara dan emisi,” kata Aminullah.
Terkait kerja sama antarwilayah, Aminullah menyebut kondisi pengelolaan sampah di Jabodetabek pada umumnya sudah overload.
Hampir semua daerah menghadapi persoalan serupa, sehingga koordinasi tetap diperlukan tetapi tidak bisa menjadi solusi utama.
Karena itu, Walhi mendorong pemerintah daerah segera beralih ke pengelolaan sampah terdesentralisasi dengan membangun fasilitas yang dekat dengan sumber sampah.
"TPS 3R, pengolahan kompos, maggot, dan pemilahan di tingkat rumah tangga harus dipercepat. Sampah tidak bisa lagi bergantung pada satu TPA,” pungkasnya. (H-3)
Kawasan township CitraRaya Tangerang kini menjadi salah satu magnet utama wisata di wilayah barat Jakarta yang menawarkan kombinasi rekreasi, kuliner, dan belanja dalam satu kawasan mandiri.
Berdasarkan hasil penyidikan, aliran dana sebesar Rp960 juta diduga mengalir kepada kepala desa.
Peristiwa tersebut menjadi banjir kedua yang melanda wilayah itu sejak awal tahun 2026, dengan ketinggian air mencapai lebih dari empat meter.
BPBD Kota Tangerang menyatakan sebanyak sembilan wilayah kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian 40 - 150 cm akibat tingginya intensitas hujan.
Tim penyidik sedang melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap fakta hukum dan motif di balik peristiwa berdarah tersebut.
Peningkatan signifikan muka air terjadi pascahujan lebat yang mengguyur sejak Kamis (19/2) malam.
Darurat sampah Tengerang dan Tangsel disebut pengamat sebagai bukti dari kegagalan tata kota dan pengelolaan sampah dalam jangka panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved