Kamis 10 Desember 2020, 02:05 WIB

Paslon Diminta Tunggu Hasil Resmi KPU

Lina Herlina | Pilkada
Paslon Diminta Tunggu Hasil Resmi KPU

MI/Yoseph Pencawan
Calon Wali Kota Medan nomor urut 2, Muhammad Bobby Afif Nasution, dan istri, Kahiyang Ayu, saat mencoblos di TPS 22.

HASIL hitung cepat pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan jika pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) unggul sementara 41,83% dari 95,6% suara yang masuk. Di susul nomor urut 2 Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman) 34,32%, lalu paslon nomor urut 3 Syamsu Rizal-Fadli Ananda ( Dilan) 19,15%, dan paslon nomor 4 rman Yasin Limpo-Zunnun NH (Imun) 4,69%.

Melihat hasil itu, rumah Danny Pomanto langsung diserbu para pendukungnya. Hanya, pasangan yang diusung Partai NasDem dan Gerindra itu belum memberi keterangan sama sekali.

Terpisah, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, mengimbau kepada seluruh paslon kepala daerah, tidak hanya di Makassar, tapi juga kabupaten/kota yang menggelar Pilkada serentak 2020, tetap bersabar menunggu hasil penetapan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kepada seluruh pendukung tiap-tiap pasangan calon agar nantinya setelah hasil quick count, siapa pun yang terpilih melalui quick count tentu harus bersabar menunggu hasil penetapan KPU,” seru Nurdin.

Dia menganggap, akan sia-sia bila ada pendukung paslon yang ikut melakukan pawai setelah pemilihan. Pasalnya, saat ini masih dalam masa pandemi covid-19. Bagi paslon yang kalah, bila belum puas bisa menempuh jalur hukum agar tidak ada euforia yang berlebihan.

“Sehingga tidak ada gunanya kita melakukan pawai dan sebagainya. Demikian juga bagi yang belum beruntung supaya menahan diri dan kita betul-betul menjadi warga negara yang menjunjung tinggi demokrasi, kita menghargai hasil dan kalau nantinya ada hal-hal kita anggap kurang puas tentu jalur hukum yang harus kita tempuh,” seru Nurdin.

Senada, calon Wali Kota Medan nomor urut 2, Muhammad Bobby Afif Nasution, mengatakan kepastian hasil pilkada akan ditentukan dari hasil penghitungan surat suara dan pengumuman KPU. Bukan dari lembaga-lembaga survei, seperti quick count atau real count.

“Kita akan menunggu hasil (penghitungan suara) resmi dari KPU,” ujar Bobby seusai menggunakan hak suaranya bersama istri, Kahiyang Ayu, dan ibundanya. Bobby datang ke tempat pemungutan suara (TPS) 22, kemarin.


Unggul

Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa unggul dalam penghitungan suara di TPS lawan, Bagyo Wahyono, di TPS 8 Penumping, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah.

Berdasarkan hasil hitung suara di TPS, Gibran-Teguh unggul dengan perolehan suara 146 suara. Sementara itu, lawannya dari jalur independen, Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo), hanya mendapat 58 suara.

“Suara tidak sah sebanyak 45. Total pemilih yang hadir sebanyak 249 orang dari total 428 daftar pemilih tetap (DPT) yang terdaftar. Maka, sebanyak 179 pemilih tidak hadir,” ujar Ketua KPPS TPS 8 Penumping, Andree Musono, di Surakarta, kemarin.

Gibran menang telak dengan 171 suara di TPS 22 Manahan, tempatnya mencoblos. “Dari total 314 DPT yang terdaftar, yang hadir ke TPS 208 orang. Maka, 106 lainnya tidak hadir. Kemudian untuk perolehan suara, Bajo mendapatkan 24 suara dan 14 surat suara dinyatakan tidak sah,” beber Ketua KPPS TPS 22 Manahan, Toto Suranto. (Sru/YP/Medcom/P-5)

Baca Juga

DOK. MI/PIUS ERLANGGA

90% Kepala Daerah Korupsi karena Utang ke Sponsor

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 23 Desember 2020, 01:55 WIB
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) sering dibuat gerah oleh ulah sejumlah kepala daerah, baik gubernur, wali kota, maupun bupati, yang...
Sumber: KPK/PP Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah/Riset MI-NRC

Berharap Langit Cerah di Daerah

👤THEOFILUS IFAN SUCIPTO 🕔Rabu 23 Desember 2020, 00:19 WIB
PASANGAN calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro, Provinsi Lampung, nomor urut 1, Wahdi Sirajudin dan Qomaru Zaman,...
Istimewa

Dinyatakan Tidak Bersalah, Muyadi: Allah Maha Adil

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 12 Desember 2020, 21:50 WIB
DUA hari setelah pemilihan gubernur Sumatera Barat 2020 Bareskrim baru menyatakan Mulyadi tidak bersalah, karena tidak cukup bukti. Hal itu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya