Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Polemik Dualisme Raja Surakarta Berlanjut, Upaya Dialog Gagal Total

Andhika Prasetyo
15/12/2025 07:17
Polemik Dualisme Raja Surakarta Berlanjut, Upaya Dialog Gagal Total
Pertemuan antara Mendikbud dan Keraton Kasunanan Surakarta.(Antara)

Polemik dualisme Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat terus memanas. Kementerian Kebudayaan mengundang dua kubu keluarga keraton, yakni pihak Pakubuwono (PB) XIV Purboyo dan PB XIV Mangkubumi. Keduanya difasilitasi untuk berdialog dan bermusyawarah pada Sabtu (13/12). Namun, undangan tersebut tidak dihadiri oleh kubu PB XIV Purboyo. Baik Purboyo, GKR Pakubuwono XIII, maupun para pendukungnya tidak tampak hadir dalam pertemuan yang digelar di Jakarta.

Maha Menteri Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kangjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan, yang turut hadir dalam pertemuan itu, menyayangkan ketidakhadiran pihak PB XIV Purboyo. Pertemuan tersebut sejatinya ditujukan untuk menjalin silaturahmi sekaligus membahas upaya pelestarian Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan dipimpin langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Resto Plataran Gelora Bung Karno.

Undangan resmi bernomor 1042/L/KB.18.05/2025 tertanggal 6 Desember 2025 itu ditandatangani Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Dr. Restu Gunawan.

Selain Tedjowulan, pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh keraton dan pejabat, di antaranya KGPH Hangabehi selaku PB XIV Mangkubumi, GKR Koes Moertiyah Wandansari, KPA Eddy Wirabumi, GKR Ayu Koes Indriyah, serta jajaran pimpinan Kementerian Kebudayaan.

Juru Bicara Maha Menteri Tedjowulan, Kangjeng Pakoenegoro, menyampaikan bahwa Menteri Kebudayaan menyayangkan absennya pihak PB XIV Purboyo. Meski demikian, pemerintah berencana kembali mengundang seluruh pihak terkait guna melanjutkan dialog.

"Tadi, kami menyimak informasi dari Pak Menteri bahwa arahan Presiden Republik Indonesia adalah agar Maha Menteri menjadi pelaksana tugas ad interim Raja/Sunan di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sampai batas waktu yang ditentukan kemudian, merujuk pada belum adanya Raja/Sunan yang definitif bertahta," kata Pakoenegoro.

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas agenda pelestarian keraton, mulai dari konservasi, tata kelola, hingga revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Pakoenegoro juga menyampaikan bahwa Presiden RI memberikan arahan agar Maha Menteri bertindak sebagai pelaksana tugas ad interim Raja atau Sunan hingga ditetapkannya figur Raja yang definitif.

Saat ini, Kementerian Kebudayaan tengah menjalankan sejumlah proyek di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, di antaranya konservasi tata pamer Museum Karaton serta revitalisasi Panggung Songgobuwono. Kedua proyek tersebut dijadwalkan diresmikan oleh Menteri Kebudayaan pada Selasa (16/12), dengan kehadiran sejumlah pejabat negara dan tokoh nasional.

Pakoenegoro menyesalkan adanya dinamika yang dinilai kurang kondusif di lingkungan keraton di tengah upaya dialog yang sedang berlangsung. Ia menyebut adanya laporan terkait insiden perebutan paksa yang disertai penguncian museum dan gerbang Kamandungan saat pertemuan berlangsung di Jakarta.

Ia pun menyampaikan pesan Maha Menteri agar seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan langkah-langkah sesuai hukum serta arahan pemerintah demi menjaga kerukunan keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Menurutnya, meski masa berkabung 40 hari telah berlalu, proses dialog dan penataan keraton masih memerlukan waktu panjang. Upaya tersebut, kata dia, dilakukan bertahap demi menyelamatkan dan memajukan masa depan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pasca wafatnya Paku Buwono XIII. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik