Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Tedjowulan Sesalkan Ketidakhadiran Purbaya dalam Dialog Pelestarian Kebudayaan di Jakarta

Widjajadi
14/12/2025 11:31
Tedjowulan Sesalkan Ketidakhadiran Purbaya dalam Dialog Pelestarian Kebudayaan di Jakarta
Keraton Surakarta(MI/Widjajadi)

KEMENTERIAN Kebudayaan mengundang pihak-pihak dari Keraton Kasunanan untuk hadir dalam acara silaturahmi dan dialog terkait upaya pelestarian keraton, di Jakarta pada Sabtu (13/12). Namun, meskipun undangan telah dikirimkan oleh Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, kepada KGPH Purbaya dan ibundanya, GKR PB XIII, keduanya tidak hadir tanpa memberikan informasi resmi terkait ketidakhadiran mereka.

Dalam dialog tersebut, yang dipimpin langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, hadir Maha Menteri Keraton Kasunanan, Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan, serta sejumlah anggota keluarga Keraton lainnya, seperti KGPH Hangabehi dan GKR Koes Moertiyah Wandansari. Meskipun ketidakhadiran Purbaya disayangkan oleh pihak pemerintah, Menteri Fadli Zon menegaskan bahwa pihaknya tetap akan mengupayakan undangan kembali untuk mereka.

"Ketidakhadiran KGPH Purbaya dan GKR Pakubuwono XIII sangat disayangkan, terutama dalam acara yang penting ini," ujar Pakoenegoro, Juru Bicara Maha Menteri Keraton Kasunanan. 

"Namun, kami masih akan mencoba mengundang mereka kembali di kesempatan mendatang."

Pakoenegoro menambahkan bahwa dalam dialog yang berlangsung lancar ini, dibahas berbagai isu penting terkait pelestarian Keraton Kasunanan Surakarta, termasuk konservasi, tata kelola, dan revitalisasi keraton. 

Pihak Kementerian juga mengungkapkan bahwa Presiden Republik Indonesia telah mengarahkan agar Maha Menteri bertugas sebagai pelaksana tugas ad interim Raja di Keraton Kasunanan, mengingat belum adanya penunjukan raja definitif.

Sehubungan dengan proyek-proyek pemerintah yang sedang berlangsung, seperti konservasi Museum Karaton dan revitalisasi Panggung Songgobuwono, Pakoenegoro menyatakan bahwa peresmian kedua proyek tersebut akan dilakukan pada 16 Desember 2025 oleh Menteri Kebudayaan, yang akan dihadiri oleh sejumlah pejabat negara.

Namun, meskipun dialog tersebut berjalan dengan baik, Maha Menteri Tedjowulan mengungkapkan rasa kecewa terkait ketegangan internal di Keraton Kasunanan yang muncul selama diskusi di Jakarta. 

"Kami mendengar ada perebutan paksa dan penguncian museum serta gerbang masuk di Kamandungan. Kami tidak bisa menyebutkan siapa yang terlibat, tetapi jelas situasi ini mengganggu," ungkap Pakoenegoro.

Maha Menteri juga menyampaikan pesan agar semua pihak di lingkungan Keraton Kasunanan menjaga ketertiban dan mengikuti hukum yang berlaku. "Meskipun masa berkabung 40 hari telah berlalu, kita tetap harus menahan diri dan berusaha untuk terus berdialog demi kemajuan keraton. Kami masih memiliki waktu dan kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik," tutup Pakoenegoro. (WJ/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik