Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Putri Sulung Sebut Penobatan Gusti Purbaya Jadi Penerus Merupakan Prerogatif PB XIII

Widjajadi
14/11/2025 21:22
Putri Sulung Sebut Penobatan Gusti Purbaya Jadi Penerus Merupakan Prerogatif PB XIII
Karangan bunga ucapan selamat untuk pengukuhan Purbaya sebagai PB XIII, bertebaran di sekitar dalam Sasana Putra Keraton Surakarta.(MI/Widjajadi)

GKR Timoer Kusuma Dewayani menegaskan, bahwa upacara pengukuhan Purbaya, sang adik sebagai Pakubuwono XIV adalah mutlak melaksanakan amanat dari sabda raja Pakubuwono XIII

"Jadi ini hak prerogratif Sinuhun PB XIII, yang mengeluarkan sabda raja (jauh sebelum wafat) siapa penerusnya. Sabda raja ini di atas paugeran adat keraton," lugas Gusti Timoer dalam jumpa pers, Jumat (14/11).

Dalam konferensi pers itu ia turut didampingi sentana darah dalem sepuh KGPH Adipati Dipokusumo dan kuasa hukumnya yang mantan hakim Pengadilan Tata Usaha Negara, Teguh SB.

Karena itu, Kakak Purbaya itu memastikan Jumenengan Dalem Binayangkare Pakubuwana XIV untuk putra bungsu PB XIII akan tetap digelar sesuai rencana. Sang adik akan mengenakan ageman taqwa ketika dilantik menjadi Raja Keraton Surakarta pada Sabtu (15/11) besok.

GKR Timoer menegaskan, pihaknya telah mendapatkan kepastian hadirnya Ngarsodalem Sri Sultan Hamengkubuwono X, yang bakal diikuti Sri Paku Alam. Di samping itu, mereka juga mengundang tamu undangan VVIP, seperti mantan Presiden Joko Widodo, para pejabat Forkompimda Jateng dan Forkompimda Kota Solo.

Terpisah ketika ditanya tentang undangan untuk menghadiri pengukuhan Purbaya sebagai PB XIV,  Wali Kota Respati Ardi mengaku di meja kerjanya belum ada. "Dan besok (Sabtu) acara kegiatan padat. Jadi bisa pula diwakili para pejabat Pemkot Solo," ujar dia kepada wartawan.

Yang jelas, terkait munculnya raja kembar yang mengulang suksesi Keraton Surakarta pada 2004, Respati berharap, bahwa persoalan itu bisa diselesaikan di internal kerabat keraton. Dia mengaku bahwa persoalan itu bukan ranah Pemkot, meski menegaskan siap memfasilitasi.

"Sebagai kota budaya, semua kita perlakukan sama. Ya kan semua ada konstitusi yang berlaku, ada aturan yang berlaku. Jadi ketika ada warga yang konflik atau berbeda pendapat, sebaiknya diselesaikan dengan baik. Kita akan memfasilitasi," ujar Respati diplomatis. (WJ/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik