Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA kubu di Keraton Surakarta saling meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit keuangan. Kubu Purbaya meminta BPK mengaudit keuangan Keraton Surakarta periode 2018--2025, atau semasa kepemimpinan Pakoe Boewono XIII yang dimintakan Panembahan Agung Tedjowulan.
Penegasan itu disampaikan Kanjeng Pangeran Arya Singanagoro, selaku Jubir PB XIV Purbaya untuk merespon permohonan Panembahan Agung Tedjowulan kepada BPK RI, yang menginginkan melakukan audit keuangan era PB XIII, khususnya di periode 2018 - 2025.
"Pada dasar terkait dengan permintaan audit keuangan keraton, kami sangat mendukung. Kami sangat terbuka. Cuma audit (oleh BPK) itu jangan hanya berhenti pada periode 2018--2025, ya harus semua diaudit," papar Singanagoro kepada wartawan, Rabu sore (25/2/2025) di Keraton Surakarta.
Menurut dia, BPK RI nantinya jangan hanya memeriksa keuangan periode 8 tahun terakhir ini, namun pada periode sebelumnya juga harus diaudit. Apalagi mereka juga memiliki atau menemukan banyak data pemberian keuangan dari pemerintah pada periode sebelumnya.
"Jadi kalau ingin keterbukaan, semua ya harus terbuka. Jangan hanya ini dilakukan untuk menyerang dan lainnya," sambung Singanagoro dengan ungkapan diplomatis.
Ia juga menyinggung soal dana hibah hingga revitalisasi cagar budaya Panggung Sanggbuwana, yang menurutnya harus sesuai mekanisme regulasi yang ada. Sebab ia melihat tidak ada kajian akademik, dalam proses pembangunannya.
"Termasuk dananya dari mana, besarannya berapa. Ini tentu perlu diaudit, meski hasilnya cukup bagus, namu. aliran dananya bagaimana," tegas dia lagi.
Pada 21 Februari lalu, Panembahan Agung Tedjowulan selaku pelaksana atau pengelola Keraton Surakarta yang disahkan Menteri Kebudayaan Fadli Zon, berkirim surat kepada BPK RI. Isinya meminta lembaga pemeriksa keuangan itu mengaudit keuangan Keraton Surakarta periode 2018 - 2025.
Menurut KPA Pakoenagoro selaku Jubir Panembahan Agung Tedjowulan, permohonan audit diajukan, untuk upaya memisahkan kejelasan tanggung jawab pengelolaan, seiring penugasan Tedjo selaku pengelola keraton warisan Mataram Islam yang disahkan Pemerintah RI.
"Audit keuangan yang dimohonkan itu sangat krusial, untuk memulai pengelolaan Keraton Surakarta agar kepemimpinan Gusti Tedjowulan bebas dari pertanggungjawaban pengelolaan keuangan era kepemimpinan sebelumnya," ungkap Juru Bicara Tedjowulan, KP Pakoenagoro ketika dikonfirmasi Senin petang (23/2/2026).
Surat bernomor 02/SKMK.8.2026/PAKKSH/2026 tertanggal 21 Januari 2026 kepada Ketua BPK RI itu intinya menyatakan, pasca menerima Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2026 tentang penunjukan sebagai Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan/atau Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional.
Tedjowulan, sebagai Pelaksana Keraton Surakarta yang bertugas mengelola aset dan bantuan, menjalankan tugas, bersamaan munculnya dua sosok yang mengklaim sebagai Paku Buwono XIV. Sejauh ini belum ada yang diakui menjadi raja yang definitif dan diakui pemerintah.
"Jadi audit keuangan sangat krusial, memulai pengelolaan Keraton Surakarta agar kepemimpinan Gusti Tedjowulan bebas dari pertanggungjawaban pengelolaan keuangan era kepemimpinan sebelumnya," pungkas Pakoenegoro. (H-3)
PELAKSANA Tugas (Plt) Ad Interim Raja Keraton Surakarta, Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan menganggap pengukuhan KGPH Purbaya sebagai Raja Pakubuwono XIV tidak sah.
Kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci membangun sistem ketahanan pangan nasional yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kesejahteraan petani.
BADAN Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan tahun 2024.
Usai penyerahan LHP, Harda berterima kasih kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Sleman yang telah bekerja dengan cepat dan baik.
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menghadiri Entry Meeting Pemeriksaan atas Laporan Keuangan dan Kepatuhan Kementerian dan Lembaga Tahun 2024 yang diselenggarakan BPK RI.
Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Budi Prijono bertemu Menteri Luar Negeri Sugiono untuk memperkuat sinergi guna meningkatkan peran BPK di dunia internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved