Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SENYUM terukir di wajah Pangeran Pati KGPH Purbaya yang baru saja diresmikan sebagai Sri Susuhunan Pakubuwono XIV di Kagunan Dalem Sitihinggil, Sabtu (15/11) siang. Selain menebar senyum ramah, ia juga melambaikan tangan ke arah kerumunan masyarakat yang menyaksikan kirab raja di sepanjang Alun Alun Lor Keraton Kasunanan Surakarta.
"Duh, ganteng banget Sinuhun PB XIV, aku mau dong kalau diajak foto bareng," celetuk seorang wanita bernama Anita, 27, warga Kediri, Jawa Timur, yang khusus datang ke Solo, Jawa Tengah, untuk menonton keramaian penobatan Raja Keraton Surakarta Hadiningrat, PB XIV.
Ia seperti juga kebanyakan warga lainnya yang berkerumun di sepanjang rute kirab mengelilingi luar tembok besar Keraton Surakarta, datang tidam sekadar melihat peristiwa budaya, tetapi juga menikmati kemeriahan tradisi yang dianggap langka dan penuh keunikan itu.
Mereka tidak begitu memedulikan bahwa di balik suksesi di keraton peninggalan dinasti Mataram Islam di Kota Solo itu, dipenuhi intrik di tingkat internal kerabat dan melahirkan raja kembar.
"Jadi seneng aja, melihat keramaian. Ada banyak kuda dinaiki para pangeran muda berpakaian tradisi, kelihatan gagah. Dan banyak prajurit bersenjata pedang, keris dan tombak berjalan penuh perwira di arak arakan, sangat unik," ujar warga lain di sela keasyikan mengabadikan kemeriahan budaya yang langka itu.
Banyak warga yang terpukau melihat putri keraton yang berada dalam kereta kuda, dan terutama sosok PB XIV yang terus mengumbar senyum sembari melambai-lambaikan tangannya dari dalam kereta Kyai Garuda Kencana yang dipenuhi bunga melati semerbak dan mewangi. Pada momen bersejarah bagi keluarga inti PB XIII itu, penobatan Purbaya sebagai Sri Susuhunan PB XIV adalah fatwa atau sabda ayahnya semasa masih hidup.
"Ini hak prerogatif raja, dan sabda raja di atas paugeran adat," beber putridalem PB XIII, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, yang menjadi tokoh utama dalam peristiwa bersejarah pelantikan sang adik menjadi Raja Keraton Surakarta.
Meski caretaker Keraton Surakarta, Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan meminta agar upacara penobatan raja versi keluarga inti PB XIII ditunda, namun semua proses tetap berjalan lancar sesuai rencana, dan tuntas, di bawah saksi ratusan tamu undangan, yang hadir.
GKR Timoer pun teguh menyatakan, bahwa Jumeneng Dalem SISKS Pakubuwono XIV adalah momentum agung yang menandai kembalinya tatanan Karaton Surakarta, pada jalur yang benar.
"Karaton hari ini memasuki babak baru penuh harapan. Sabda Dalem yang disampaikan di Watu Gilang bukan hanya ikrar kepemimpinan, melainkan juga restu sejarah yang mengikat kita semua untuk menjaga kelestarian budaya Mataram. Ini bukan sekadar suksesi, tetapi pemulihan martabat Karaton Surakarta,” pungkas putri sulung sawarga PB XIII ini.
Seorang santana darah dalem PB XII, yakni KGPH Benowo, yang juga merupakan adik sawarga PB XIII dan kakak dari Ketua Lembaga Dewan Adat, GRAy Koes Murtiyah, terlihat ikut hadir dalam peresmian tahta Raja PB XIV. Bahkan spontan kepada wartawan, pangeran yang juga dalang wayang kulit itu menegaskan dukungannya.
"Prosesi selesai, dan sah," kata dia sambil mengacungkan jempol.
Namun, dalam momen sakral itu para tamu VIP tidak hadir seperti Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wali Kota Solo Respati Adi, hingga Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono X yang menurut GKR Timoer telah diundang.
Prosesi jumenengnata (penobatan raja) PB XIV dimulai dari langkah Sampeyan Dalem mlebet wonten ing Dalem Ageng (raja memasuki keraton) pada pukul 10.00 WIB. Upacara tertutup itu hanya dapat disaksikan para pemangku adat tertentu. Tidak ada suara selain langkah pelan dan suara lembut instrumen gamelan yang dimainkan laras pelog barang, mengisi setiap sudut dengan getaran mistis.
Lalu dari Dalem Prabasuyasa, Sampeyan Dalem miyos menuju Siti Hinggil untuk melaksanakan Upacara Keprabon Dalem, sebuah prosesi yang diwariskan sejak masa Mataram Islam. (WJ/E-4)
KEMENTERIAN Kebudayaan mengundang pihak-pihak dari Keraton Kasunanan untuk hadir dalam acara silaturahmi dan dialog terkait upaya pelestarian keraton, di Jakarta pada Sabtu (13/12).
KUBU Lembaga Dewan Adat (LDA) yang membersamai Pakubuwono XIV Hangabehi, Rabu (10/12) menggelar masa perkabungan 40 hari wafatnya Pakubuwono XIII.
PUTRA bungsu mendiang Pakubuwono XIII, KGPH Purbaya, resmi dinobatkan menjadi Pakubuwono XIV dalam sebuah upacara adat pada Sabtu (15/11).
LANGIT mendung yang sempat didahului hujan pada Sabtu (15/11) pagi mengiringi prosesi penobatan KGPH Purbaya menjadi Raja Pakubuwono XIV.
MAHA Menteri Keraton Surakarta, Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan, memberikan penjelasan seusai berlangsungnya rapat keluarga besar Keraton Surakarta pada Kamis (13/11).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved