Minggu 15 November 2020, 13:25 WIB

Paslon HEBAT Dinilai Lebih Tenang dalam Debat Kedua

Mitha Meinansi | Pilkada
Paslon HEBAT Dinilai Lebih Tenang dalam Debat Kedua

MI/Mitha Meinansi
Debat terbuka kedua Pilgub Sulteng.

 

SORAYA Sultan, wakil sekretaris tim pemenangan Hidayat-Bartho (HEBAT), menilai pembawaan dari pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulteng nomor urut 1, Moh Hidayat Lamakarate dan Bartholomeus Tandigala sangat tenang, dalam debat publik terbuka calon gubernur dan wakil gubernur Sulteng putaran kedua, Sabtu (14/11) malam.

"Kak Dayat sangat tenang, sementara kak Cudy menggebu-gebu sekali. Bahkan sangat semangat sampai paparan data terkait pendidikan pun sumber datanya bukan APBD," ujar Soraya Sultan, yang juga menjabat sebagai wakil ketua bidang organisasi dan keanggotaan DPD PDIP Sulteng.

Menurut Soraya, sebagai orang yang pernah menjadi anggota DPRD, bahkan pernah masuk di Banggar, penyampaian pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulteng nomor urut 2, Rusdy Mastura-Ma’mun Amir, terkait anggaran dirasa tidak tepat.

"Saya punya pengalaman asistensi anggaran di Kemendagri bersama TAPD Donggala tahun 2010. Besaran anggaran pendidikan harus sesuai UU yaitu 20% dari alokasi belanja langsung yang tertuang di RAPBD. Demikian pun terkait kesehatan harus mencapai 10%. Karena itu amanat UU. Jika besaran anggaran pendidikan tidak capai 20 %, maka tidak akan lolos asistensi," urai Soraya.

Ia mengatakan, klaim data kementerian yang disebutkan Rusdy Mastura dalam debat publik tersebut, seharusnya dicocokkan dengan data sajian APBD. "Klaim kak Cudy berdasarkan data dari kementerian yang beliau sebutkan tadi, seharusnya dicocokkan dengan data sajian APBD, dimana pimpinan Banggar DPRD Sulteng adalah NasDem," tandas Soraya.

Dia mengakui sepakat atas pemikiran Rusdy Mastura dalam beberapa hal, tetapi haruslah disesuikan antara fungsi dan kewenangan. "Beberapa hal saya sepakat dengan kak Cudy, soal out of the box. Tapi pemprov fungsinya perpanjangan tangan pemerintah pusat yang lebih banyak menjalankan kerja-kerja koordinasi antar Pemda kabupaten dan kota. Banyak hal yang ingin beliau eksekusi, adalah kewenangan Pemda kabupaten dan kota, baik terkait fungsi dan penganggaran," ujar Soraya.

Sebagai tim pemenangan paslon Hebat, Soraya menegaskan sangat memahami apa yang disampaikan jagoannya, harus sesuai regulasi dan kewenangan.

Acara yang diselenggarakan KPU Sulteng bekerja sama dengan Metro TV itu, disiarkan secara langsung dari Convention Hall Swiss Belhotel Silae Palu, dan di pandu presenter Metro TV Aviani Malik, yang juga bertindak sebagai moderator dalam debat publik tersebut. (OL-13)

Baca Juga: Kitab Tib Beraksara Jawi Ungkap Khazanah Pengobatan Kuno Melayu

Baca Juga

dok.medcom

Mulyadi : Masyarakat Harus Bersatu Melawan Kejahatan Demokrasi

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 29 Januari 2021, 14:15 WIB
SIDANG gugatan Mulyadi terhadap Pilkada Sumbar 2020 baru berlansung satu kali di Mahkamah Konstitusi, namun menjadi perhatian masyarakat...
DOK. MI/PIUS ERLANGGA

90% Kepala Daerah Korupsi karena Utang ke Sponsor

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 23 Desember 2020, 01:55 WIB
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) sering dibuat gerah oleh ulah sejumlah kepala daerah, baik gubernur, wali kota, maupun bupati, yang...
Sumber: KPK/PP Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah/Riset MI-NRC

Berharap Langit Cerah di Daerah

👤THEOFILUS IFAN SUCIPTO 🕔Rabu 23 Desember 2020, 00:19 WIB
PASANGAN calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro, Provinsi Lampung, nomor urut 1, Wahdi Sirajudin dan Qomaru Zaman,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya