Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan digadang-gadang memenangi pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Bandung pada 9 Desember mendatang. Perkiraan itu berdasarkan tingkat popularitas serta dukungan partai politik. Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network Denny JA juga menunjukkan keduanya memiliki tingkat elektabilitas (keterpilihan) paling tinggi.
Sahrul Gunawan merupakan aktor papan atas Tanah Air yang kini berkiprah di politik bersama Partai NasDem. “Sahrul Gunawan meraih tingkat elektabilitas paling tinggi, yakni 20,5%,” cetus Direktur Citra Komunikasi LSI Network Denny JA, Toto Izul Fatah, mengungkapkan hasil survei lembaganya terhadap ketiga paslon kepala daerah Kabupaten Bandung.
Posisi kedua ditempati calon bupati Dadang Supriatna sebesar 14,3%. Dadang ialah politikus Kabupaten Bandung yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD Jawa Barat dari Partai Golkar.
Tingkat elektabilitas urutan ketiga milik Kurnia Agustina yang merupakan istri Bupati Bandung saat ini, dipilih 13,9% responden. “Selain ketiganya, tingkat elektabilitas calon lainnya masih di bawah 7%,” katanya. Toto berpandangan, Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan berpeluang besar memenangi pilkada Kabupaten Bandung. “Apalagi pasangan ini berpotensi menarik simpati dari pemilih partai di luar koalisi,” cetusnya.
Berdasarkan analisisnya, Dadang sebagai mantan kader Partai Golkar berpotensi memecah suara pasangan nomor urut 1. “Suara Golkar sebagai pemilik kursi terbesar di DPRD Kabupaten Bandung akan terpecah. Walau bagaimanapun, Dadang Supriatna sebelumnya kan kader tulen Partai Golkar sehingga memiliki basis massa yang kuat,” katanya.
Toto menjabarkan suara dan dukungan partai politik pada pilkada tidak berbanding lurus dengan kemenangan pasangan calon. Dalam pilkada pemilih cenderung menentukan pilihan berdasarkan kekuatan fi gur personal calon.
Karena itu, lanjut dia, sangat mungkin Kurnia Agustina selaku pemilik dukungan Golkar akan dikalahkan Dadang Supriatna yang memiliki personal lebih kuat.
Dadang-Sahrul diusung Partai NasDem, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Demokrat. Koalisi partai tersebut memiliki 26 dari 55 kursi yang ada di DPRD Kabupaten Bandung.
Kurnia Agustina berpasangan dengan Usman Sayogi. Keduanya diusung koalisi Partai Golkar (11 kursi) dan Gerindra (7 kursi). Jika digabung, kedua partai tersebut memiliki 18 dari total 55 kursi di DPRD Kabupaten Bandung.
Selanjutnya pasangan Yena Iskandar Masoem-Atep Rizal diusung koalisi PDIP dan Partai Amanat Nasional. Meski secara nasional memenangi pemilu legislatif, PDIP di Kabupaten Bandung hanya memiliki 7 kursi dan PAN 4 kursi.
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bandung sudah menarik undian atas ketiga paslon pada 24 September 2020. Pasangan Kurnia Agustina-Usman Sayogi mendapat nomor urut 1.
Yena Iskandar Masoem yang berpasangan dengan mantan bintang Persib Bandung dan tim nasional, Atep Rizal, mendapat nomor urut 2. Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan nomor urut 3.
Hasil berbeda
Hingga saat ini, sudah dua lembaga survei mengumumkan tingkat keterpilihan kandidat. Versi Poldata Indonesia Consultant (PIC) berbeda dengan LSI Denny JA.
PIC merilis nomor urut 1 yang paling berpeluang. Calon bupati nomor urut 1, Kurnia Agustina, mengaku tidak berlebihan dalam menyikapi survei tersebut.
Meski survei menyebut dirinya sebagai pemenang, Kurnia Agustina menegaskan itu bukanlah hasil akhir dan penentu. “Hasil survei itu memang jadi pegangan kami. Tapi kami biasa saja, tidak euforia,”
terangnya.
Calon bupati nomor urut 2, Yena Iskandar Masoem, juga bersikap sama. Dia menyebut hasil survei tidak terlalu menjadi acuannya dalam meyakinkan masyarakat. Dia pun mengaku memiliki hasil survei internal yang menggembirakan.
Baginya, yang penting ialah memenangi hati pemilih yang akan mencoblos pada 9 Desember. “Mesin partai kami semakin solid. Ini jadi pemicu kami,” ujarnya.
Calon bupati nomor urut 3, Dadang Supriatna, tak kalah semangat. “Siapa saja boleh mengklaim kemenangan dalam survei. Hasil survei internal kami pun menyebut nomor urut 3 keluar sebagai pemenang. Hasilnya tidak mengada-ada,” umbarnya. (N-1)
Menurut Titi, pilkada di banyak daerah masih berlangsung dengan biaya politik yang sangat tinggi, sementara sistem pengaturan dan pengawasan dana kampanye belum berjalan efektif.
Direktur IPR, Iwan Setiawan, menyebutkan alokasi anggaran umum untuk Pilkada langsung tahun 2024 saja mencapai Rp38,2 triliun.
Kemendagri mendorong evaluasi rekrutmen politik dan sistem pilkada untuk menekan korupsi kepala daerah yang terus berulang meski pengawasan diperketat.
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Pilkada tak langsung bertentangan dengan semangat demokrasi lokal dan tidak menyelesaikan persoalan biaya politik tinggi.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
Prisma Advertising hadirkan Cheers Screen di Braga, memungkinkan kirim pesan dan foto ke billboard via QR, kolaborasi AQUA ciptakan interaksi OOH real-time.
Hanya dengan Rp98.000 nett per orang, tamu sudah dapat menikmati sajian brunch spesial di Spoonfiul All Day Dining
Saat ini kawasan TPU Cikadut secara administratif masih berstatus sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB).
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di tempat pemakaman umum (TPU), khususnya saat perayaan Lebaran.
Mayoritas wisatawan datang dari wilayah Jabodetabek dan didominasi oleh rombongan keluarga.
DPRD Jawa Barat akan segera memanggil BBKSDAÂ Jawa Barat dan pihak terkait untuk meminta klarifikasi atas kondisi tata kelola Bandung Zoo setelah dua anak harimau benggala mati
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved