Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT ini, semakin banyak masyarakat mulai beralih dari kendaraan bermesin bensin (ICE) ke mobil listrik (EV).
Namun, bagi pengemudi yang baru pertama kali mencobanya, pengalaman berkendara bisa terasa sangat berbeda.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, mengatakan ada sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan agar proses adaptasi berjalan aman dan nyaman.
"Hal pertama yang perlu diingat adalah karakter torsi instan mobil listrik. Mobil ICE menggunakan transmisi dengan beberapa gigi dan
memerlukan perpindahan supaya tenaga sesuai kecepatannya. sedangkan EV, biasanya hanya satu gigi karena torsi instan sejak awal, sehingga akselerasi lebih cepat dan halus serta terjadinya respons pedal yang spontan," kata Yannes, dikutip Sabtu (25/10).
Tidak seperti mobil bermesin konvensional yang memiliki beberapa gigi transmisi dan membutuhkan waktu untuk mencapai tenaga penuh, motor listrik mampu mengeluarkan torsi maksimum sejak awal. Artinya, hanya dengan sedikit tekanan pada pedal gas, mobil bisa langsung melaju cepat.
Tekanan yang terlalu dalam saat pertama menginjak pedal gas, bisa membuat mobil listrik 'melompat' jika dilakukan dengan 'kasar' dan mendadak. Karena itu, pengemudi disarankan tidak menekan pedal gas secara mendadak, terutama pada percobaan pertama.
"Biasakan injak pedal secara perlahan agar mobil tidak langsung melesat akibat torsi instan," jelasnya.
Selain itu, ia juga menyarankan untuk memanfaatkan fitur regenerative braking saat mengurangi kecepatan. Fitur yang umum ada di mobil listrik ini memungkinkan sebagian energi dari proses pengereman dikembalikan ke baterai, sehingga lebih efisien sekaligus membuat pengereman terasa lebih halus.
Bagi pemula, langkah terbaik sebelum menggunakan EV untuk aktivitas harian adalah berlatih di rute pendek dan kondisi aman.
"Saat mulai memakai pertama kali, disarankan berkendara di rute pendek dan situasi yang aman sebelum digunakan untuk aktivitas sehari-hari,
supaya lebih nyaman memahami respons akselerasi dan karakteristik EV yang berbeda," katanya.
Menurut Yannes, perbedaan terbesar antara kendaraan ICE dan EV terletak pada respons pedal gas dan pola akselerasi. Jika mobil bensin memerlukan perpindahan gigi agar tenaga sesuai dengan kecepatan, mobil listrik biasanya hanya memiliki satu gigi dan menghasilkan akselerasi yang lebih cepat dan halus.
"Intinya, practice makes perfect. Dengan latihan dan pemahaman karakter kendaraan, pengemudi akan lebih percaya diri serta bisa menikmati pengalaman berkendara listrik yang aman dan efisien," pungkas Yannes. (Ant/Z-1)
Kebiasaan melepas aki yang dulunya dianggap ampuh mencegah aki soak atau korsleting, justru berisiko menimbulkan masalah baru pada mobil modern.
Salah satu risiko yang paling sering diabaikan saat meninggalkan kendaraan untuk mudik adalah penurunan daya aki atau aki soak.
Kombinasi gerakan mengayun dan suara mesin kendaraan bekerja secara sinergis menenangkan sistem saraf anak.
Mobil bukan hanya alat transportasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan penunjang aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, memilih mobil yang tepat menjadi keputusan penting
Maung tidak hanya sekadar kendaraan militer, tetapi kini bertransformasi menjadi simbol kematangan rekayasa industri nasional.
Peningkatan target IIMS ini sejalan dengan bertambahnya jumlah merek peserta, baik dari kategori kendaraan penumpang, roda dua, hingga industri pendukung lainnya.
Sekitar 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan saat Ramadan akibat pola makan berlebih saat berbuka.
Secara medis, perut kembung disebabkan oleh penumpukan gas di saluran pencernaan.
Di tengah antusiasme menjalankan ibadah puasa, masyarakat diingatkan untuk tetap memperhatikan pola makan, khususnya dalam mengonsumsi asupan manis saat berbuka.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved