Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Rekor Kemenangan Terhenti, Carlos Alcaraz Akui Ketangguhan "Luar Biasa" Daniil Medvedev

Thalatie K Yani
15/3/2026 11:00
Rekor Kemenangan Terhenti, Carlos Alcaraz Akui Ketangguhan
Carlos Alcaraz menelan kekalahan pertama di musim 2026 setelah dihentikan Daniil Medvedev di semifinal Indian Wells. (AFP)

CARLOS Alcaraz akhirnya harus merasakan kekalahan pertamanya di musim 2026. Dalam laga semifinal BNP Paribas Open yang berlangsung Sabtu (14/3/2026) waktu setempat, petenis nomor satu dunia asal Spanyol tersebut dipaksa mengakui keunggulan Daniil Medvedev dalam pertarungan dua set langsung.

Kekalahan ini memutus rekor kemenangan 16-0 yang dicatatkan Alcaraz sejak awal tahun, termasuk keberhasilannya menjuarai Australian Open dan Doha. Meski gagal melaju ke final, Alcaraz dengan sportif memberikan apresiasi tinggi atas performa lawannya yang ia anggap tampil di luar dugaan.

Terkejut dengan Agresivitas Medvedev

Alcaraz mengakui bahwa level permainan yang ditunjukkan Medvedev di padang gurun California kali ini adalah yang terbaik yang pernah ia saksikan.

“Saya hanya harus memberikan penghargaan kepada Daniil. Saya pikir dia memainkan pertandingan yang luar biasa,” ujar Alcaraz. “Sejak awal hingga akhir pertandingan, dia bermain luar biasa, harus saya katakan. Sejujurnya, saya belum pernah melihat Daniil bermain seperti ini.”

Petenis berusia 22 tahun itu juga menyoroti gaya bermain agresif Medvedev yang biasanya lebih dikenal sebagai pemain bertahan dari garis belakang.

“Betapa agresifnya dia bermain sepanjang waktu, saya pikir itu sedikit mengejutkan saya. Saya tahu sejak awal bahwa dia akan bermain agresif, tetapi cara dia melakukannya sangat mengejutkan saya, karena dia tidak melakukan kesalahan sebanyak yang saya duga,” tambah Alcaraz sambil tersenyum.

Mentalitas Sang Juara

Meskipun rekor impresifnya terhenti, Alcaraz menegaskan bahwa dirinya tidak merasa terbebani oleh ekspektasi publik. Baginya, setiap turnamen adalah tentang mengejar target pribadi, bukan sekadar menjaga status tidak terkalahkan.

Pada set kedua, Alcaraz sebenarnya sempat bangkit dan mendapatkan dua peluang set point untuk memaksakan set penentu. Namun, Medvedev yang sedang dalam performa puncak—setelah memenangkan 18 set berturut-turut sejak turnamen Dubai—berhasil meredam momentum tersebut.

“Di set kedua, saya mulai merasa jauh lebih baik. Saya menyadari apa yang harus saya lakukan. Saya menyadari bahwa saya harus menderita, dan saya menerimanya,” ungkap Alcaraz mengenai perjuangannya di set kedua.

Optimisme Menuju Turnamen Berikutnya

Meninggalkan Indian Wells dengan catatan rekor 16-1 di musim ini, Alcaraz memilih untuk melihat sisi positif dari kekalahannya. Ia merasa level tinggi yang ditunjukkan Medvedev membuktikan bahwa lawan-lawannya harus mengerahkan kemampuan maksimal untuk bisa mengalahkannya.

“Saya hanya sedikit kecewa saat ini. Namun di saat yang sama, saya harus melihat sisi baik dari kekalahan ini. Hal ini menunjukkan kepada para pemain bahwa mereka perlu bermain di level seperti ini jika ingin mengalahkan saya,” pungkasnya.

Daniil Medvedev kini melaju ke babak final untuk menghadapi tantangan dari Jannik Sinner, sementara Alcaraz bersiap untuk kembali berkompetisi di turnamen berikutnya dengan status tetap sebagai pemain yang paling sulit dikalahkan musim ini. (ATP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya