Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Kyrgios Taklukkan Sabalenka dalam Battle of the Sexes di Dubai

Khoerun Nadif Rahmat
29/12/2025 14:37
Kyrgios Taklukkan Sabalenka dalam Battle of the Sexes di Dubai
Nick Kyrgios (kanan) dan Aryna Sabalenka (kiri).(AFP/AMR ALFIKY)

NICK Kyrgios keluar sebagai pemenang dalam duel ekshibisi Battle of the Sexes versi terbaru setelah mengalahkan petenis nomor satu dunia putri Aryna Sabalenka dengan skor 6-3 dan 6-3 di Coca-Cola Arena, Dubai, Minggu (28/12) waktu setempat.

Laga tersebut lebih menonjolkan unsur hiburan ketimbang makna historis perjuangan kesetaraan gender seperti yang pernah tercipta pada 1973.

Pertandingan berlangsung cair dan penuh selingan hiburan. Kyrgios dan Sabalenka kerap bercanda di lapangan, menyajikan servis bawah, erangan berlebihan saat memukul bola, hingga aksi menari Sabalenka saat jeda untuk menghibur penonton di arena berkapasitas 17.000 kursi itu. Tiket termahal untuk laga ini dilaporkan dijual mendekati 800 dolar AS.

Kyrgios, finalis Wimbledon 2022 yang dalam tiga tahun terakhir hanya tampil enam kali di level tur akibat cedera pergelangan tangan dan lutut, tampak bermain dengan kontrol. 

Penyelenggara menerapkan sejumlah penyesuaian, termasuk ukuran sisi lapangan Sabalenka yang hampir 10% lebih kecil serta aturan satu kali servis setiap poin, guna menyeimbangkan pertandingan.

Petenis Australia itu memastikan kemenangan pada match point ketiganya. Seusai laga, keduanya terlihat saling tersenyum dan berpelukan di net. Kyrgios mengakui sempat diliputi rasa gugup. 

“Saya pikir ini adalah batu loncatan yang bagus bagi olahraga tenis,” ujarnya dikutip dari ESPN.

Sementara itu, Sabalenka menilai pertandingan tersebut bermanfaat sebagai persiapan menghadapi musim baru, termasuk Australia Terbuka pada Januari. Ia juga membuka peluang duel ulang. 

“Saya sangat menikmati pertunjukannya,” kata Sabalenka. 

“Saya merasa lain kali bermain melawannya, saya akan mengetahui taktiknya, kekuatan dan kelemahannya, dan itu pasti akan menjadi pertandingan yang lebih baik.”

Nama Battle of the Sexes dipinjam dari laga legendaris Billie Jean King melawan Bobby Riggs pada 1973, yang dimenangkan King di Houston Astrodome di tengah perjuangannya membangun tur putri dan memperjuangkan kesetaraan bayaran di tenis.

Lima puluh dua tahun berselang, duel di Dubai ini tak membawa dampak kultural yang serupa. Sabalenka dan Kyrgios, yang berada di bawah agensi yang sama, Evolve, disebut sekadar ingin menyajikan tontonan, menjangkau penonton muda, sekaligus meraih keuntungan finansial.

Namun, keterlibatan Kyrgios juga menuai sorotan, mengingat rekam jejak kontroversinya, termasuk pengakuan bersalah atas insiden mendorong mantan kekasihnya pada 2021 serta pernyataannya di masa lalu yang menentang kesetaraan bayaran di tenis. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya