Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
GANDA putra bulu tangkis Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi mengaku sedih karena kembali gagal memenangi laga final pada tahun ini, setelah kalah 19-21 dan 18-21 dari wakil Taiwan Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi Lin di final Hylo Terbuka 2025, yang digelar di Saarlandhalle, Saarbrucken, Jerman, Minggu (2/11).
Dalam keterangan resmi, Minggu (2/11), Sabar mengaku selain sedih dirinya juga bangga karena dapat menyelesaikan tur Eropa dengan baik
walaupun kondisinya tidak 100% fit.
"Mixed feelings, satu sisi sedih karena lagi-lagi harus jadi runner-up tapi di sisi lain kami bersyukur bisa menjalani tur Eropa ini dengan cukup baik walau dengan kondisi yang tidak 100% fit," kata Sabar.
Ini adalah kegagalan juara ketiga kalinya ketika pasangan ini menembus final. Pada tahun ini, Sabar/Reza menembus dua final, namun dua-duanya berakhir dengan kekalahan, yaitu di Indonesia Terbuka pada Juni dan Makau Terbuka, pada awal Agustus.
Di pertandingan final hylo Terbuka, Sabar/Reza memberikan perlawanan ketat untuk Chiu/Wang di gim pertama. Mereka sempat bermain ketat 19-20, namun pada akhirnya menyerah 19-21.
Awal gim kedua tidak berjalan baik untuk Sabar/Reza setelah mereka tertinggal 0-5. Namun, setelah itu mereka mencetak enam poin beruntun untuk membalikkan keadaan menjadi 6-5.
Sabar/Reza memimpin 8-5, tetapi kemudian mereka kehilangan momentum dan malah tertinggal 10-11 di interval.
Setelah interval, ganda putra peringkat 11 dunia itu tidak bisa berbuat banyak meladeni serangan-serangan Chiu/Wang yang sudah memenangi gim pertama. Alhasil, mereka pun harus kalah 18-21.
"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin hari ini tapi lawan bermain dengan baik terutama sisi penyerangannya jadi kami terus tertekan.
Bola drive mereka juga tidak bisa kami imbangi. Selamat untuk Chiu/Wang," tutur Sabar.
Bagi Chiu/Wang, ini adalah juara kedua mereka tahun ini setelah sebelumnya di Taipei Terbuka, Mei lalu. Ketika itu, ganda putra peringkat 21 dunia ini menjadi juara setelah mengalahkan wakil Korea Selatan Kang Min Hyuk/Kl Dong Ju 21-18 dan 21-15 di final. (Ant/Z-1)
Tiwi/Fadia melaju ke semifinal Jerman Terbuka setelah sukses menundukkan wakil Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan, dengan skor meyakinkan 21-15 dan 21-14
Berpasangan dengan wakil Singapura, Hee Yong Kai Terry, Gloria Emanuelle Widjaja bertekad menuntaskan ambisinya untuk naik ke podium tertinggi setelah dua kali harus puas jadi runner-up.
Apriyani/Lanny harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Kaho Osawa/Mai Tanabe di babak 16 besar Jerman Terbuka.
Turnamen bulu tangkis tertua di dunia, All England 2026, akan menjadi panggung pembuktian bagi pebulu tangkis tunggal putra muda Indonesia, Alwi Farhan.
Di laga Jerman Terbuka, Tiwi/Fadia menundukkan wakil Denmark, Kathrine Vang/Mette Werge, dengan skor meyakinkan 21-8 dan 21-14.
Turnamen ini diikuti 518 atlet dari 28 klub, yang terdiri atas 25 klub mitra.
Bagi Muhammad Rian Ardianto, BATC 2026 merupakan momentum penting untuk memperkuat kemitraannya dengan Rahmat Hidayat dalam format turnamen beregu.
Leo Rolly Carnando tidak dapat menyembunyikan rasa emosionalnya sesaat setelah poin terakhir diraih.
Di babak perempat final Indonesia Masters, Raymond/Joaquin akan berhadapan dengan sesama ganda putra Indonesia, Fajar/Fikri.
Indonesia terakhir kali mencicipi gelar juara sektor ganda putra di Indonesia Masters pada edisi 2023, melalui pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Di India Terbuka, Sabar/Reza harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Pasangan Indonesia menyerah dua gim langsung dengan skor 15-21 dan 13-21.
Menatap laga semifinal, Fikri menyadari tantangan tidak akan mudah. Mereka akan menghadapi Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved