Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Ducati Lenovo Marc Marquez semakin menjauhkan diri di puncak klasemen MotoGP setelah meraih kemenangan keenamnya musim ini, di seri kesepuluh GP Belanda di Sirkuit TT Assen, Minggu (29/6).
Marquez menjadi pemenang di Assen setelah mencatatkan waktu 40 menit 14,072 detik atau selisih 0,635 dari pembalap Aprilia Marco Bezzecchi di posisi kedua dan selisih 2,666 detik dari Francesco Bagnaia di posisi ketiga.
Perolehan 25 poinnya ini menyempurnakan akhir pekan di Assen setelah sebelumnya juga memenangkan balapan jarak pendek Sprint. Kini, pembalap berjuluk The Baby Alien itu mengoleksi 307 poin di posisi pertama.
Pembalap 32 tahun tersebut unggul 68 poin dari adik kandungnya sendiri, Alex Marquez dari Gresini, yang gagal finis di Assen karena terjatuh.
Tidak hanya dari Alex, ia juga menjauhkan diri dari kejaran rekan setimnya sekaligus juara dunia 2022 dan 2023, Francesco Bagnaia, yang berada di posisi ketiga dengan selisih 126 poin.
Di posisi keempat dan kelima, ditempati oleh duo Pertamina Enduro VR46 Franco Morbidelli dengan 139 poin dan Fabio Di Giannantonio dengan 136 poin.
Seri kesebelas MotoGP musim ini digelar dua pekan lagi di Sachsenring, Jerman. Balapan di Sachsenring bertepatan dengan seri kelima kompetisi balapan muda Eropa Red Bull Rookies Cup yang diikuti dua pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama dan Kiandra Ramadhipa.
Bagnaia menjadi pemenang di Sachsenring tahun lalu, namun sirkuit ini adalah "milik" Marquez karena memegang rekor sebagai pembalap yang paling banyak meraih kemenangan (8) dan posisi pole (7) di sirkuit ini. (Ant/Z-1)
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez mengantisipasi kemungkinan adanya penurunan performa yang bisa ia alami di musim depan meskipun baru saja mendominasi musim 2025 bersama Ducati.
Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia menyelesaikan sesi tes ini dengan berada di posisi 10 dalam waktu 1 menit 29,731.
Sebelum kecelakaan Marc Marquez, Ducati berencana untuk mengembangkan beberapa hal pada balapan terakhir pada 2025. Hal itu tidak memungkinkan saat ini.
Nicolo Bulega mendapatkan peran untuk menggantikan Marc Marquez di dua balapan MotoGP setelah tampil mengesankan di uji coba Ducati Desmosedici oleh Ducati Lenovo di Sirkuit Jerez, pekan ini.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
MARC Marquez dinilai memiliki bakat dan kecepatan luar biasa, tetapi tidak mempunyai daya tarik dan magis seperti Valentino Rossi.
Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez mengantisipasi kemungkinan adanya penurunan performa yang bisa ia alami di musim depan meskipun baru saja mendominasi musim 2025 bersama Ducati.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved