Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Ducati Lenovo memiliki dua pembalap hebat di grid saat ini, dengan duet Francesco Bagnaia dan Marc Marquez.
Walaupun Ducati memilih mesin 2024 dan memulai tahun dengan sasis dan aero kit versi lawas, duo pabrikan tersebut tetap menjadi favorit teratas untuk memenangkan kejuaraan musim ini.
Walaupun begitu, Marquez tetap ragu bahwa ia dan Bagnaia akan bisa finis paling depan, setidaknya posisi satu dan dua, di setiap seri balapan musim ini.
"Semua orang cepat dan jika Anda mengharapkan (Bagnaia dan saya menjadi) yang pertama dan kedua di setiap akhir pekan balapan, Anda tidak tahu apa itu Moto-GP," kata Marquez dikutip dari Crash, Jumat (28/2).
"Akan ada banyak pertarungan antara pembalap yang berbeda, kondisi yang berbeda, hujan, kondisi lembab. Jadi, kejuaraannya cukup panjang tetapi konsistensi itu penting."
Marquez pun membeberkan sejumlah nama yang dianggapnya sebagai ancaman untuk memperjuangkan kemenangan sepanjang musim. Ia juga menekan bahwa agar bisa finis terdepan, konsistensi merupakan faktor utama.
"Kita tidak boleh melupakan (Pedro) Acosta. Saya ingin mengatakan (Jorge) Martin, tetapi sayangnya dia tidak ada di sini, (Marco) Bezzecchi," ujar Marquez.
“Konsistensi adalah yang terpenting. Dalam satu balapan, banyak pembalap bisa melaju cepat dan banyak pembalap bisa memenangkan balapan.”
Moto-GP 2025, akan memulai seri pertamanya di Sirkuit Buriram, Thailand. Untuk sesi latihan dimulai sejak Jumat (28/2), kualifikasi dan sprin race pada Sabtu (1/3) dan balapan utama pada Minggu (2/3). (Ndf/I-1)
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Berbeda dengan Formula 1 yang memiliki serikat resmi pebalap, MotoGP hingga kini belum memiliki wadah tersebut.
Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia menyelesaikan sesi tes ini dengan berada di posisi 10 dalam waktu 1 menit 29,731.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
MARC Marquez dinilai memiliki bakat dan kecepatan luar biasa, tetapi tidak mempunyai daya tarik dan magis seperti Valentino Rossi.
Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez mengantisipasi kemungkinan adanya penurunan performa yang bisa ia alami di musim depan meskipun baru saja mendominasi musim 2025 bersama Ducati.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved