Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
JUARA dunia dua kali Francesco Bagnaia mengakui persaingan perebutan gelar di Kejuaraan Dunia Balap Motor MotoGP 2025 akan berlangsung lebih sengit.
Tidak hanya karena jajaran pembalap dan tim yang lebih merata, tantangan bagi Bagnaia juga hadir di dalam timnya sendiri, Ducati Lenovo, mengingat ia akan bermitra dengan juara dunia delapan kali Marc Marquez.
"Saya memiliki rekan satu tim baru, dia merupakan pembalap yang kuat dan kompetitif. Bersama-sama, kami dapat membawa pengembangan motor ke tingkat yang lebih tinggi," kata Bagnaia, dikutip dari laman resmi Ducati, Rabu (22/1).
"(Musim) Ini akan lebih menuntut, sehingga saya akan mencoba untuk tidak mengandalkan keberuntungan semata, tapi saya akan menghadapi musim dengan semangat yang sama seperti biasanya," tambahnya.
Pembalap yang akrab disapa Pecco itu mengatakan, ia tetap memiliki ambisi untuk merebut kembali gelar juara dunia pada musim ini.
Optimisme itu datang dari hasil uji coba tim yang dilakukan di Barcelona, Spanyol, beberapa bulan lalu.
"Saya telah belajar banyak, saya mencoba memanfaatkan setiap situasi sebaik-baiknya dan (menguatkan) sensasi di atas motor," ujar Bagnaia.
"Saat di Barcelona, pada sesi pengujian pertama setelah GP, (hasilnya) langsung positif," lanjut pembalap asal Italia itu.
Di sisi lain, Marc Marquez mengungkapkan ambisinya untuk bisa tampil lebih kompetitif pada musim ini. Menjadi rekan satu tim Bagnaia pun semain memperkuat keyakinannya tersebut.
"Ketika Anda berada di tim pabrikan, tujuannya tidak lain adalah untuk menjadi kompetitif di setiap balapan, berjuang untuk podium dan kemenangan, serta mencoba menjadi protagonis di Kejuaraan Dunia," kata Marquez.
"Selama hari-hari yang telah saya lalui bersama tim sejauh ini, saya melihat bahwa suasana kerja di sana fantastis dan saya tidak sabar untuk mengendarai Desmosedici GP lagi," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Berbeda dengan Formula 1 yang memiliki serikat resmi pebalap, MotoGP hingga kini belum memiliki wadah tersebut.
Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia menyelesaikan sesi tes ini dengan berada di posisi 10 dalam waktu 1 menit 29,731.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved