Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BERMAIN bulu tangkis di kategori ganda, apakah itu putra, putri, atau campuran, rupanya tidak mudah. Hal itu dirasakan sendiri oleh mantan pebulu tangkis ganda campuran Tontowi Ahmad.
"Susahnya itu, setiap pasangan punya ego masing-masing. Untuk bisa jadi kompak itu ya dengan komunikasi. Masalah (ego) itu ada kalau seumuran, sepadan," kata Tontowi.
Dikatakan jebolan PB Djarum itu, mungkin awalnya bermain di sektor ganda tidak sulit. "Mungkin mainnya mudah saja ketika belum juara. Tapi pas sudah juara, gengsi tinggi, muncul ego masing-masing," sambung Tontowi.
Baca juga : PB Mansion Sports Box Sabet Medali Perak di Turnamen KJA Open 2023
Tontowi, yang akrab disapa Owi, seperti diketahui punya sejarah panjang dalam kariernya bermain di sektor ganda campuran. Masa jayanya yang paling diingat bisa dibilang saat berpasangan dengan Liliyana Natsir.
Bersama Liliyana, Owi pernah menjadi pasangan ganda campuran terbaik dunia. Kemudian, mereka juga pernah meraih medali emas di Olimpiade 2016 dan dua kali menjadi juara dunia pada 2013 dan 2017.
Owi yang tahun ini berusia 37 tahun kemudian memutuskan pensiun pada Mei 2020. Sebelum gantung raket, Owi sempat berpasangan dengan Apriyani Rahayu karena Liliyana lebih dulu pensiun pada Januari 2019. (Z-6)
Tiwi/Fadia melaju ke semifinal Jerman Terbuka setelah sukses menundukkan wakil Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan, dengan skor meyakinkan 21-15 dan 21-14
Berpasangan dengan wakil Singapura, Hee Yong Kai Terry, Gloria Emanuelle Widjaja bertekad menuntaskan ambisinya untuk naik ke podium tertinggi setelah dua kali harus puas jadi runner-up.
Apriyani/Lanny harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Kaho Osawa/Mai Tanabe di babak 16 besar Jerman Terbuka.
Turnamen bulu tangkis tertua di dunia, All England 2026, akan menjadi panggung pembuktian bagi pebulu tangkis tunggal putra muda Indonesia, Alwi Farhan.
Di laga Jerman Terbuka, Tiwi/Fadia menundukkan wakil Denmark, Kathrine Vang/Mette Werge, dengan skor meyakinkan 21-8 dan 21-14.
Turnamen ini diikuti 518 atlet dari 28 klub, yang terdiri atas 25 klub mitra.
Kriteria ketat diberlakukan bagi para peserta. PBSI merujuk pada hasil Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2025 serta peringkat nasional per 24 Desember 2025.
BAKTI Olahraga Djarum Foundation kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga motivasi atlet melalui pemberian apresiasi.
PB Djarum menegaskan dominasinya pada Polytron Muria Cup Sirnas C 2025 setelah mengamankan 16 titel dari 23 nomor yang dipertandingkan di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, 11-16 November 2025.
Bagi yang belum berhasil bergabung dengan PB Djarum diharapkan agar tidak patah arang.
KOI menegaskan adanya konsekuensi tegas bagi atlet bulu tangkis yang terbukti terlibat dalam praktik pengaturan skor.
Superliga Junior 2025 menyematkan nama-nama legenda bulu tangkis Indonesia sebagai nama piala.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved