Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPUTUSAN Ducati untuk merekrut Marc Marquez ke tim pabrikan memiliki konsekuensi tersendiri. Di satu sisi, Jorge Martin akan hengkang ke Aprilia dan di sisi lain, mereka akan kehilangan dua motor, karena Pramac tidak memperpanjang kontrak dan akan kembali menjadi satelit Yamaha.
Hal ini akan membuat Ducati memiliki enam motor di grid, dan akan menyeimbangkan jumlah prototipe yang akan digunakan oleh berbagai pabrikan mulai 2025.
Marquez mengatakan bahwa bukanlah hal yang memalukan jika Ducati kehilangan dua motornya motornya di grid.
Baca juga : Ini Catatan Waktu Terbaik MotoGP Argentina 2023 di Sesi Latihan Bebas
"Ada tertulis bahwa Ducati kehilangan dua motor. Kejuaraan juga menginginkannya sedikit. Satu merek tidak bisa, dan sebagai Ducatista, saya sekarang lebih suka memiliki delapan motor di lintasan, karena Anda memiliki lebih banyak informasi, tetapi sebagai penggemar MotoGP tidak boleh ada delapan Ducati di lintasan, harus ada empat Yamaha,” kata Marquez mengutip Motorsport, (19/7).
"Itu adalah hukum yang tidak tertulis, tetapi sebagai penggemar kejuaraan saya lebih suka memiliki empat Yamaha, karena pabriknya, Jepang, harus mencapai tingkat yang baik, karena kejuaraan membutuhkannya.”
Dengan bersatunya Ducati dan Monster hingga setidaknya tahun 2025, Marquez harus berpisah dengan sponsor abadinya, Red Bull.
Baca juga : Marquez Incar Posisi Ketiga MotoGP 2024, Meski Akui Tidak akan Mudah
Faktanya, ada lima sponsor Marquez yang berbenturan dengan Ducati.
"Saya berada di titik di mana saya harus melihat sisi olahraga secara ketat. Saya mengambil keputusan untuk melihat apa yang saya pikir saya butuhkan untuk dua tahun ke depan untuk tampil di level tertinggi dan tampil di level tertinggi berarti berada di posisi tiga besar pada akhir tahun, dan jika Anda bisa memenangkan kejuaraan, maka akan lebih baik lagi," sebutnya.
"Secara sportif, jalan saya sudah tertulis, apa yang ada di kepala saya. Dari sana, saya membuat keputusan, sekarang seluruh tim Vertical, manajer, sedang mengupayakannya dengan Ducati untuk menemukan kompromi, dan mudah-mudahan saya bisa melanjutkan dengan Red Bull, dengan sponsor sepanjang hidup saya, tapi itu bukan di tangan saya," pungkasnya.
MARC Marquez memanfaatkan metode visualisasi lintasan saat tes pramusim MotoGP untuk memastikan pilihan paket aerodinamika Ducati tetap kompetitif sepanjang musim.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Sejak merilis gitar akustik, elektrik, dan ampli pertamanya pada 1966, Yamaha secara konsisten menjadi bagian dari perjalanan musik global.
Meski sepanjang kariernya di MotoGP terbiasa dengan mesin Inline4, Quartararo membantah jika performa buruk itu disebabkan oleh proses adaptasi gaya balap.
Fabio Quartararo mengakui bahwa kehadiran mesin V4 membawa tantangan teknis yang sangat berbeda dibandingkan mesin inline-4 yang selama ini ia kendarai.
Kolaborasi ini jadi bentuk nyata kedekatan Yamaha dengan gaya hidup anak muda masa kini yang identik dengan ruang kreatif seperti cafe.
Pada uji coba sebelumnya di Misano, Quartararo kurang puas dengan performa V4.
Keputusan memakai mesin V4 juga dipengaruhi evaluasi terhadap pembalap wildcard Yamaha yang melakukan serangkaian uji coba.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved