Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
FINAL Italia Terbuka 2024 bakal menyajikan duel ketat petenis putri papan atas. Petenis nomor dua dunia Aryna Sabalenka akan menantang unggulan pertama Iga Swiatek pada ajang WTA 1000 tersebut di Roma, Sabtu (18/5).
Sabalenka untuk kali pertama meraih tiket ke final Italia Terbuka dengan kemenangan 7-5, 6-2 atas unggulan ke-13 Danielle Collins, Jumat (17/5) dini hari WIB.
Sabalenka berjuang selama 1 jam 23 menit demi menjaga rekor pertemuannya atas Collins menjadi 6-0. Sabalenka, juara dua kali Madrid Terbuka, hanya tinggal satu kemenangan lagi untuk menambah gelar di turnamen lapangan tanah liat WTA 1000.
Baca juga : Kalahkan Coco Gauff, Iga Swiatek Melaju ke Final Italia Terbuka
"Saya sangat senang bisa mencapai final pertama saya di Roma,” kata Sabalenka dilansir laman WTA.
"Saya rasa saya memainkan tenis yang sangat hebat hari ini. Saya sangat senang dengan kemenangan ini, terutama dalam dua set, melawan Danielle," imbuh petenis Belarusia itu.
Sabalenka berambisi meraih gelar di Roma pertamanya menantang peringkat satu dunia Iga Swiatek yang mengalahkan peringkat tiga Coco Gauff di semifinal sebelumnya.
Baca juga : Aryna Sabalenka Melaju ke Semifinal Italia Terbuka
Laga ini menjadi momentum bagi Sabalenka membalaskan kekalahan di final Madrid Terbuka dua pekan lalu. Swiatek meraih kemenangan dalam pertarungan klasik untuk merebut trofi Madrid pertamanya.
Pertemuan Swiatek dan Sabalenka belakangan kerap menjadi duel panas. Sejauh ini, Seiatek memimpin 7-3 secara keseluruhan head-to-head.
Final di Italia Terbuka 2024 akan menjadi kali kelima Sabalenka dan Swiatek bertemu di partai puncak yang semuanya terjadi di turnamen lapangan tanah liat.
Baca juga : Tampil Dominan, Iga Swiatek Melaju ke Semifinal Italia Terbuka
Selain final di Madrid dua pekan lalu, Swiatek juga mengalahkan Sabalenka pada final Stuttgart 2022 dan 2023. Sementara itu. Sabalenka menang satu kali ketika di final Madrid edisi 2023.
"Saya kira levelnya sudah ada dan saya punya segalanya untuk meraih kemenangan ini,” kata Sabalenka.
"Saya hanya harus fokus pada diri saya sendiri, saya kira, dan tidak terburu-buru, menunggu tembakan yang tepat untuk menyelesaikan poin," ujarnya.
Final Italia Terbuka kali ini juga merupakan pertama kalinya pemain peringkat satu dan peringkat dua bertemu sejak 2013 ketika Serena Williams mengalahkan peringkat kedua Maria Sharapova.
(Z-9)
Aryna Sabalenka kembali menjadi unggulan utama untuk merebut gelar Australia Terbuka 2026, dengan ancaman Iga Swiatek.
BINTANG tenis asal Polandia, Iga Swiatek, menegaskan kondisinya tetap stabil meski harus menelan kekalahan beruntun menjelang turnamen Grand Slam Australia Terbuka 2026.
Gauff bangkit setelah menelan kekalahan pertamanya di United Cup awal pekan ini.
Anisimova menjaga peluang meraih gelar pada debutnya di WTA Finals.
Amanda Anisimova mengalahkan unggulan kedua Iga Swiatek dengan skor 7-6 (3), 6-4, dan 6-2.
Elena Rybakina memenangkan 12 dari 13 game terakhir untuk meraih kemenangan telak 3-6, 6-1, dan 6-0 dan mengakhiri empat kekalahan beruntun melawan Iga Swiatek.
LANGKAH ambisius Carlos Alcaraz untuk melengkapi koleksi gelar Career Grand Slam dimulai dengan hasil positif di Melbourne Park di Australian Open 2026
UNGGULAN Utama Aryna Sabalenka mengawali kampanye perburuan gelar Australia Terbuka 2026 dengan hasil positif.
Tampil solid di lapangan keras ASB Classic, Jakub Mensik menundukkan unggulan asal Argentina Sebastian Baez melalui kemenangan dua set langsung, 6-3 dan 7-6 (7).
PETENIS asal Indonesia Janice Tjen bersama pasangannya asal Polandia Katarzyna Piter sukses ke babak final Hobart International 2026 mengalahkan unggulan ketiga ajang WTA 250
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
Fokus studi Casper Ruud tertuju pada nama-nama seperti petenis 19 tahun asal Brasil, Joao Fonseca, dan talenta Rep Ceko, Jakub Mensik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved