Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Spanyol Marc Marquez mengatakan akan menerapkan strategi berbeda saat mengendarai Ducati untuk menghadapi musim MotoGP 2024 bersama tim Gresini Racing.
"Mengendarai Ducati sedikit berbeda terutama cara mendekati tikungan, cara mendekati putaran," kata Marquez, dikutip Selasa (6/2).
Marquez mengungkapkan hal itu menjawab pertanyaan mengenai perbedaan mengendarai Ducati dengan Honda, motor yang dia gunakan sebelum hijrah ke Gresini Racing.
Baca juga : Marquez Berharap Temukan Kembali Kenikmatan Membalap Bersama Gresini
Juara dunia MotoGP enam kali itu menolak membandingkan antara Ducati dan Honda namun memastikan akan menerapkan pendekatan yang berbeda agar bisa naik podium di setiap balapan.
"Saya bisa mengatakan pendekatannya akan berbeda," tegasnya.
Pembalap yang dijuluki The Baby Alien itu mengaku tidak sabar mencoba motor barunya di Sirkuit Sepang, Malaysia karena membalap dengan Gresini Racing adalah sebuah perubahan besar.
Baca juga : Marquez Tegaskan Tekad Pecahkan Lebih Banyak rekor Bersama Gresini
"Saya bekerja dengan orang yang sama selama 10 tahun dan kini saya bergabung dengan tim baru, orang-orang baru," ungkap Marquez. (Ant/Z-1)
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
MARC Marquez dinilai memiliki bakat dan kecepatan luar biasa, tetapi tidak mempunyai daya tarik dan magis seperti Valentino Rossi.
Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez mengantisipasi kemungkinan adanya penurunan performa yang bisa ia alami di musim depan meskipun baru saja mendominasi musim 2025 bersama Ducati.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved