Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
LANDO Norris menandatangani perpanjangan kontrak "multi-tahun" dengan McLaren pada Jumat, mengakhiri spekulasi mengenai masa depannya di dunia Formula 1.
Meskipun Norris sudah dikontrak McLaren hingga akhir musim 2025, kesepakatan baru ini mengakhiri rumor pembalap Inggris tersebut bisa tertarik ke Red Bull.
Pembalap berusia 24 tahun ini telah bersama McLaren sejak 2018, tetapi ada laporan bahwa dia bisa meninggalkan tim setelah awal kampanye 2023 yang lambat.
Baca juga: McLaren Ungkap Desain Livery yang akan Dipakai di Formula 1 2024
Norris akhirnya menikmati musim paling suksesnya hingga saat ini, finis keenam di kejuaraan dunia dan mencatatkan enam kali finis di posisi kedua.
"Mengingat bahwa kami dapat melakukan apa yang kami lakukan tahun lalu, mengingat ini adalah tim yang saya ikuti dari awal, ini adalah tim yang ingin saya lanjutkan kisah saya, dalam mencapai tujuan saya untuk memenangkan balapan dan meraih kejuaraan," kata Norris.
Baca juga: Verstappen Waspadai Kebangkitan McLaren pada Musim 2024
"McLaren adalah tim yang ingin saya lakukan itu. Mereka yang membawa saya ke dunia Formula 1 dan memberi saya kesempatan ini.
"Jadi, dalam beberapa hal, saya merasa seperti saya berhutang budi kepada mereka dan saya sangat bagian dari keluarga dan sangat menikmati di mana saya berada. Saya tidak ingin bergabung dengan tim lain dan tidak menikmatinya.
"Saya senang menjadi bagian dari keluarga itu, terutama di lintasan yang sedang kami jalani."
Meskipun Red Bull saat ini menjadi kekuatan dominan dalam olahraga ini berkat performa bintang mereka Max Verstappen, Norris bersikeras bahwa pergantian tim bukan sesuatu yang dia pertimbangkan dengan serius.
Setelah memulai 104 balapan dan meraih 13 podium, tantangan selanjutnya adalah meraih kemenangan Grand Prix pertamanya.
"Sungguh tidak ada hal dari pihak lain yang cukup meyakinkan untuk membuat saya benar-benar ingin melihat tim lain dengan serius," katanya.
"Sebanyak saya ingin berada di tim yang paling cepat, ada juga elemen 'saya juga di sini karena saya suka balapan dan suka bersenang-senang dan menikmati semua itu'.
"Tidak banyak hal yang bisa dijamin atau dipastikan dengan setiap tim. Jadi, ini kembali ke mana saya akan paling bahagia dan di mana saya paling yakin bahwa saya benar-benar bisa meraih kejuaraan dunia?"
"Pada awal tahun lalu, mungkin bukan McLaren, tetapi sekarang saya pikir saya lebih percaya diri daripada sebelumnya untuk mengatakan bahwa itulah tempatnya." (AFP/Z-3)
Pembalap McLaren, Lando Norris, dipastikan akan menggunakan nomor 1 pada jet daratnya di ajang Formula 1 musim depan.
Menurut pembalap asal Belanda ini, kebijakan McLaren yang memberikan perlakuan setara kepada Norris dan Piastri justru menjadi bumerang bagi tim asal Inggris tersebut.
Lando Norris menyatakan keyakinannya bahwa Oscar Piastri, yang menjadi rival terberatnya sepanjang musim, akan mengikuti jejaknya dan merebut gelar juara dunia suatu saat nanti.
Keputusan Lando Norris itu mengikuti jejak para juara dunia sebelumnya yang memilih untuk menyandang nomor tertinggi tersebut sebagai lambang pengakuan atas dominasi mereka.
LANDO Norris menegaskan kebanggaannya usai berhasil meraih gelar juara dunia Formula 1 (F1) untuk pertama kalinya pada akhir musim 2025.
KESUKSESAN Lando Norris merebut gelar juara dunia Formula 1 2025 memantik apresiasi luas pada Minggu (7/12) waktu setempat, setelah ia finis ketiga di Grand Prix Abu Dhabi.
Red Bull Ford Powertrains langsung dinilai sebagai paket mesin terkuat jelang era regulasi 2026 setelah data uji coba pramusim di Bahrain menunjukkan keunggulan performa.
Peluncuran identitas visual tim dilakukan secara tidak biasa, yakni melalui tayangan iklan pada ajang Super Bowl, menandai keseriusan Cadillac memasuki panggung balap Formula 1.
Pembalap Ferrari Charles Leclerc optimistis bahwa peta persaingan akan semakin merata karena setiap tim Formula 1 memulai pengembangan dari titik nol.
Pembalap Red Bull Isack Hadjar kehilangan kendali di tikungan terakhir yang sangat cepat. Mobilnya melintir dan menghantam pembatas jalan dengan bagian belakang terlebih dahulu.
Seorang juru bicara Williams menyebut bahwa absen di tes pramusim Formula 1 tersebut adalah "hasil rekayasa teknik yang lebih baik" di tengah situasi yang ada.
Setelah gagal meraih satu pun kemenangan sepanjang musim 2025, Ferrari dituntut untuk tampil kompetitif sejak balapan pembuka musim depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved