Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP MotoGP, Marc Marquez mengaku tak khawatir jika mengalami kesulitan di sesi tes Valencia saat menjajal motor Ducati.
Sesi tes Valencia sangat menjadi sorotan publik karena Marquez akan beraksi di atas Ducati untuk pertama kalinya. Terlebih, motor yang sebelumnya ditunggangi oleh Fabio di Giannantonio itu memberikan hasil positif di musim ini.
Saat ditanya apakah berapa banyak pembalap Ducati lain yang akan lebih cepat darinya, pada tes hari Selasa. Marquez hanya menjawab bahwa pihaknya tidak mau berekspektasi lebih jauh.
Baca juga: Resmi, Honda Rekrut Marini sebagai Pengganti Marquez
Ia hanya menjelaskan bahwa, tes Valencia ini dilakukan untuk mengetahui lebih dalam karakteristik motor Ducati-nya.
Baca juga : Marquez Kecewa Gagal Naik Podium di Penampilan Pamungkas Bersama Honda
“Artinya dalam tes Valencia, saya harus merasakan terlebih dahulu baru kemudian melakukannya. Saya tidak akan menciptakan ekspektasi apa pun, karena tahun depan saya harus mengusahakannya, untuk menghindari ekspektasi orang lain," kata Marquez, (28/11).
Ditanya tentang keraguan yang masih ada mengenai keputusannya untuk berpindah tim, Marquez mengatakan:
Seperti dijelaskan sebelumnya, Marquez tak mau berekspektasi lebih soal tes Valencia. Ia juga tak mau terburu-buru mengomentari keputusannya mengendarai motor Ducati pada balapan musim depan.
“Saya sadar kepindahan ini bisa sukses atau gagal. Jika gagal akan ada kritik, dan saya akan menerimanya," sebutnya.
Marquez hanya kembali menegaskan bahwa tujuannya pindah ke Gresini agar kembali kompetitif di gelaran motor paling bergengsi di dunia itu. Serta, kembali kompetitif untuk terus menjaga asa pada karir balapannya.
“Tujuan atau kesuksesan tahun depan adalah kembali tersenyum di balik helm. Ini berarti berjuang untuk posisi teratas. Itu tidak berarti memenangkan kejuaraan," tutur Marquez.
“Inilah yang benar-benar akan memberi saya bahan bakar untuk melanjutkan karir olahraga saya selama bertahun-tahun lagi," pungkasnya. (Crash/Z-8).
Aprilia berhasil menutup MotoGP musim lalu dengan catatan sejarah baru, yakni menempati peringkat kedua klasemen akhir konstruktor dengan raihan 418 poin.
Fabio Quartararo mengakui bahwa kehadiran mesin V4 membawa tantangan teknis yang sangat berbeda dibandingkan mesin inline-4 yang selama ini ia kendarai.
Musim lalu, secara mengejutkan, Marco Bezzecchi berhasil mengakhiri kompetisi di peringkat ketiga klasemen akhir dengan koleksi 353 poin.
Masalah utama Francesco Bagnaia sepanjang musim MotoGP 2025 lalu berakar pada ketidakcocokan antara gaya balapnya dengan karakteristik Desmosedici GP25.
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Musim lalu menjadi periode yang cukup berat bagi Jorge Martin. Alih-alih menunjukkan dominasi, ia justru lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan dibandingkan di atas lintasan.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved