Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
NOVAK Djokovic mengatakan masih 'haus' gelar Grand Slam saat akan tampil di di Wimbledon setelah mencetak rekor meraih gelar ke-23 turnamen major di Prancis Terbuka.
Djokovic kini menargetkan gelar Wimbledon kedelapan untuk menyamai pencapaian Roger Federer di All England Club saat petenis Serbia itu telah memenangi gelar empat kesempatan terakhir.
Kemenangan kelima berturut-turut dalam waktu dua pekan akan membawanya sejajar dengan rekor 24 Grand Slam milik Margaret Court.
Baca juga: Tatap Wimbledon, Alcaraz: Djokovic tidak Punya Celah
Djokovic juga berusaha menjadi petenis keempat dalam sejarah yang memenangi delapan atau lebih gelar Wimbledon setelah Martina Navratilova (sembilan), Federer, dan Helen Wills Moody (delapan).
"Saya masih merasa haus akan kesuksesan, lebih banyak Grand Slam, lebih banyak prestasi di tenis," kata Djokovic, dikutip dari AFP, Senin (3/7).
"Selama ada dorongan itu, saya tahu bahwa saya mampu bersaing di level tertinggi."
Baca juga: Alcaraz Klaim Djokovic Tetap Favorit Juara Wimbledon
"Beberapa hari setelah Roland Garros, saya sudah memikirkan persiapan untuk lapangan rumput dan apa yang perlu dilakukan," lanjut petenis berusia 36 tahun itu.
Djokovic tidak menunjukkan tanda-tanda melambat dalam kariernya. Sebelas dari 23 gelar Grand Slam miliknya diraih sejak dia berusia 30 tahun.
Kemenangan di final Wimbledon, 16 Juli mendatang, akan membuat dia dinobatkan sebagai juara tertua turnamen di era Open.
"Banyak orang mendatangi saya dan memberi selamat, mengingatkan saya pada kesuksesan bersejarah," kata Djokovic.
"Saya sangat tersanjung, tetapi pada saat yang sama pikiran saya sudah terarah ke Wimbledon, apa Slam berikutnya, apa tugas selanjutnya." lanjutnya.
Pada akhir 2010, Djokovic hanya memiliki gelar Australia Terbuka 2008.
Sebagai perbandingan, Federer telah memenangi 16 dari 20 gelar major dalam kariernya, sementara Nadal meraih sembilan dari 22 gelarnya. Sembilan trofi Grand Slam Nadal lainnya didapatkan di Paris.
Kemenangan ketiga Djokovic di Roland Garros, bulan lalu, membuatnya menjadi orang pertama yang memenangi keempat gelar utama setidaknya dalam tiga kesempatan.
Seandainya Djokovic berhasil mempertahankan gelar Wimbledonnya, dia hanya perlu mengantongi Amerika Serikat (AS) Terbuka, September mendatang,m untuk menjadi orang pertama sejak 1969 yang mengklaim seluruh gelar Grand Slam dalam satu tahun.
Djokovic akan memulai Wimbledon dengan menghadapi Pedro Cachin di Centre Court, Senin (3/7).
Petenis peringkat ke-53 asal Argentina itu melakukan debut di undian utama turnamen tersebut, sementara bagi Djokovic itu adalah hal yang biasa.
"Ketika saya memasuki Centre Court, saya kira itu membangkitkan sesuatu dalam diri saya dan saya mampu tampil di level yang sangat tinggi," pungkas Djokovic. (Ant/Z-1)
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Djokovic terakhir kali manjurai Grand Slam dalam US Open 2023
Bagi Djokovic, kekalahan ini menjadi momen pahit karena untuk pertama kalinya ia takluk di final Melbourne setelah 10 kali selalu menang.
Rod Laver Arena akan menjadi ruang sidang sejarah pada Minggu (1/2). Novak Djokovic dan Carlos Alcaraz tidak sekadar memperebutkan trofi Australia Terbuka
Petenis Italia Jannik Sinner mengakui kekalahannya dari Novak Djokovic di semifinal Australia Terbuka sebagai salah satu yang paling menyakitkan dalam kariernya.
Setelah kalah di set pertama dan kemudian tertinggal 1-2, Djokovic bangkit mengalahkan juara bertahan dua kali itu dengan skor 3-6, 6-3, 4-6, 6-4, 6-4.
PETENIS Novak Djokovic mengalahkan Jannik Sinner dalam pertandingan lima set, Jumat (30/1) dan mengamankan tiket ke final Australian Open 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved