Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Carlos Alcaraz siap menghadapi Novak Djokovic di Wimbledon. Ia mengaku tidak gentar meski megetahui petenis asal Serbia itu tidak memiliki celah kelemahan saat ini.
Alcaraz yang kini menempati peringkat satu dunia dipandang sebagai satu-satunya petenis yang dapat menjegal Djokovic yang ingin mengklaim gelar Wimbledon kedelapan dan Grand
Slam ke-24.
"Dia melakukan banyak hal dengan sangat, sangat mudah. Dia bergerak dengan sangat baik. Dia memukul bola dengan baik, sangat jelas," kata Alcaraz.
Baca juga: Alcaraz Klaim Djokovic Tetap Favorit Juara Wimbledon
Sebelumnya, petenis yang baru berusia 20 tahun itu sempat Djokovic di semifinal Prancis Terbuka. Namun, saat itu ia kalah karena mengalami kram. Djokovic pun keluar sebagai juara pada turnamen tersebut.
"Dia memiliki pukulan yang bersih. Itu campuran dari segalanya. Saya akui dia tidak melakukan kesalahan apa pun. Sangat sulit untuk menemukan kelemahan dalam permainannya," tutur Alcaraz.
Baca juga: Alcaraz Percaya Diri Tatap Wimbledon
Sebagai persiapan di Wimbledon, Alcaras melakukan pemanasan dengan mengikuti Queen's Club Championship. Ia menjadi juara dalam ajang tersebut. Kemenangan itu menjadi gelar kelimanya di 2023 dan membuatnya menjatuhkan Djokovic dari peringkat teratas tenis dunia.
"Saya memulai Queen's tanpa harapan untuk menang tapi saya memenanginya. Saya merasa senang memainkan level yang luar biasa. Kepercayaan diri meningkat pesat. Namun jelas bagi saya favorit utama di sini adalah Djokovic. Itu sudah jelas," tandasnya. (Ant/Z-11)
Djokovic terakhir kali manjurai Grand Slam dalam US Open 2023
Bagi Djokovic, kekalahan ini menjadi momen pahit karena untuk pertama kalinya ia takluk di final Melbourne setelah 10 kali selalu menang.
Rod Laver Arena akan menjadi ruang sidang sejarah pada Minggu (1/2). Novak Djokovic dan Carlos Alcaraz tidak sekadar memperebutkan trofi Australia Terbuka
Petenis Italia Jannik Sinner mengakui kekalahannya dari Novak Djokovic di semifinal Australia Terbuka sebagai salah satu yang paling menyakitkan dalam kariernya.
Setelah kalah di set pertama dan kemudian tertinggal 1-2, Djokovic bangkit mengalahkan juara bertahan dua kali itu dengan skor 3-6, 6-3, 4-6, 6-4, 6-4.
PETENIS Novak Djokovic mengalahkan Jannik Sinner dalam pertandingan lima set, Jumat (30/1) dan mengamankan tiket ke final Australian Open 2026.
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved