Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS Spanyol Rafael Nadal tetap optimistis memulai perjalanan di Australia Terbuka 2023 yang akan di mulai pekan depan, Senin (16/1). Meski dirinya mengawali musim 2023 dengan buruk.
Dua kekalahan beruntun didapat Nadal dalam perjalanannya di United Cup, dia tercatat kalah dalam pertandingan tiga set dari Alex de Minaur (Australia) 6-3, 1-6 dan 5-7, serta kalah dari Cameron Norrie (Inggris) 6-3, 3-6 dan 4-6.
"Benar bahwa beberapa turnamen terakhir saya tidak bisa bermain sesuai standar saya dan di sini di awal musim saya kalah dua pertandingan di Sydney," kata Nadal dikutip dari Eurosport, Rabu (11/1).
Sejak kembali dari cedera perut yang dideritanya pada Juli lalu, Nadal memang terlihat belum kembali ke level permainan terbaiknya.
Dia bahkan baru memetik satu kemenangan sejak November 2022, yakni saat bersua Casper Ruud di fase grup Final ATP.
Baca juga: Alex de Minaur Petik Kemenangan Perdana atas Nadal
Berbicara soal kondisi fisiknya, petenis berusia 36 tahun itu mengaku dalam kondisi bugar. Dia percaya dengan persiapan yang sedang dilakukannya saat ini akan memberinya peningkatan performance untuk Australia Terbuka.
"Saya pikir saya dalam kondisi yang baik. Saya akan menunjukkannya dalam pertandingan. Saya yakin jika saya dapat menjalani latihan positif pada pekan terakhir ini, mengapa tidak? (kembali ke level terbaik)," tuturnya.
Dalam persiapannya, Nadal akan melawan peringkat 11 dunia Hubert Hurkacz dalam pertandingan latihan di Rod Laver Arena pada Kamis (12/1). Latihan ini tentu menjadi penting untuk mengukur performance Nadal sebelum memulai petualangan di Australia Terbuka
Ambisi besar dibawa Nadal ke Melbourne Park, petenis nomor dua dunia itu bakal berjuang untuk mempertahankan mahkota juara Australia Terbuka. Nadal menjuarai Australia Terbuka setahun lalu setelah kemenangan comeback atas Daniil Medvedev di final. (Rif/Eurosport/OL-09)
Janice Tjen cetak sejarah di Australian Open 2026 usai tumbangkan Leylah Fernandez. Dukungan diaspora Indonesia di ANZ Arena jadi pemicu mental.
Analisis taktik Janice Tjen yang sukses menumbangkan pemain unggulan. Variasi pukulan dan kecerdasan lapangan jadi kunci utama.
Profil lengkap Leylah Fernandez, petenis unggulan Kanada yang dikalahkan wakil Indonesia Janice Tjen di putaran pertama Australian Open 2026.
JANICE Tjen kembali mengukir sejarah bagi tenis Indonesia di panggung dunia. Tampil sebagai debutan di Australia Terbuka, petenis asal Jakarta ini sukses melaju ke babak kedua.
“Senang bisa kembali lagi, ini jelas lapangan favorit saya,”
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
Kenali Janice Tjen, petenis Indonesia yang mencetak sejarah di Australian Open 2026. Simak profil, prestasi, dan fakta menarik perjalanannya di Grand Slam.
Janice Tjen cetak sejarah di Australia Terbuka 2026 usai singkirkan unggulan ke-22, Leylah Fernandez. Ia merasakan momen yang sangat spesial.
Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, sukses mengakhiri dahaga 28 tahun publik tenis Tanah Air setelah melaju ke babak kedua Australia Terbuka 2026.
“Senang bisa kembali lagi, ini jelas lapangan favorit saya,”
Carlos Alcaraz datang ke Australia setelah mengoleksi enam gelar Grand Slam. Namun, Australia Terbuka masih menjadi satu-satunya turnamen mayor yang belum pernah ia menangi.
Namun, performanya sempat terganggu oleh cedera siku yang memaksanya menjalani operasi setelah tersingkir di babak pertama Wimbledon pada Juli.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved