Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach menghadapi keputusan terberat dari kepemimpinannya. Saat dirinya tengah mempertimbangkan apakah atlet Rusia dan Belarus harus diizinkan untuk berkompetisi di Olimpiade 2024.
Tanda-tanda yang datang dari badan-badan seperti Dewan Olimpiade Asia (OCA) dan Komite Olimpiade dan Paralimpiade AS (USOPC) dalam dua minggu terakhir menyarankan atlet dari Rusia dan sekutunya Belarus harus diizinkan untuk mencoba dan memenuhi syarat untuk Olimpiade di Paris.
Komite Olimpiade Internasional telah setuju untuk mengeksplorasi proposal yang memungkinkan atlet dari negara-negara tersebut untuk berkompetisi dalam acara internasional di Asia.
Otoritas Olimpiade telah melarang mereka mengikuti invasi Rusia ke Ukraina dan federasi yang mengizinkan atlet dari negara-negara tersebut untuk ambil bagian bersikeras bahwa mereka tidak menampilkan lambang nasional.
Baca juga: Masyarakat Ukraina Ingin Natal Jadi Gerbang Perdamaian
Argumen yang diberikan adalah bahwa integritas acara akan dirusak oleh para atlet yang bertanding. Namun, IOC bulan ini mengatakan bahwa baik OCA dan beberapa Federasi Internasional (IF) di benua Asia meyakini alasan tindakan perlindungan tidak lagi ada.
Pelunakan sikap mereka membuat marah Presiden Ukraina Volodomyr Zelensky, yang menelepon Bach. Zelensky mengklaim 184 atlet Ukraina telah tewas sejak invasi Rusia dan menyerukan isolasi total Rusia dan sekutunya Belarusia.
Mantan kepala pemasaran IOC Michael Payne - yang dipuji karena merombak merek dan keuangan gerakan tersebut - mengatakan Bach menghadapi teka-teki.
Baca juga: IOC Pertahankan Skorsing IBA, Tinju Terancam Absen Mulai Olimpiade 2028
"Ini mungkin keputusan terberat yang dihadapi Bach dalam kepresidenannya. Dia dan IOC terjebak di antara batu dan tempat yang keras," jelas Payne.
Mantan eksekutif pemasaran IOC lainnya, Terrence Burns, seorang Amerika yang sejak itu berperan dalam lima kampanye penawaran Olimpiade yang sukses, mengatakan satu masalah adalah bahwa perang Ukraina telah berlangsung lebih lama dari yang diharapkan.
Burns mengatakan perubahan sikap IOC bukanlah mundur atau pelunakan. "Alasan keberadaan IOC adalah untuk menggunakan olahraga sebagai platform pemersatu mungkin satu-satunya dan untuk menjaga dan menyatukan dunia," katanya kepada AFP.
"Saya melihatnya sebagai evolusi arah pragmatis dalam situasi yang hampir tidak menguntungkan. Prinsip dan nilai penting, tidak peduli seberapa tidak populernya penerapannya,” tandasnya.(AFP/OL-11)
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Seorang anggota dapat dijatuhi PTDH jika meninggalkan tugasnya secara tidak sah (desersi) dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut pelanggaran balon dari Belarus ke wilayah udara Lituania sebagai “serangan hibrida”.
Lituania menutup perbatasannya dengan Belarus setelah puluhan balon helium melanggar wilayah udaranya.
Rusia berbagi pengalaman dan pelajaran dari perang yang sedang berlangsung melawan Ukraina.
Darmawan Utomo mengapresiasi sejumlah kesepakatan penting yang dicapai Menteri Luar Negeri Republik Belarus selama kunjungannya di Indonesia.
Para atlet itu dapat lolos ke Olimpiade dengan melewati pemeriksaan ganda, yang pertama dilakukan oleh federasi olahraga internasional terkait, kemudian oleh IOC.
Atlet Individu Netral (AINs) dari kedua negara tidak akan ambil bagian dalam parade delegasi dan tim di upacara pembukaan Olimpiade Paris 2024 karena mereka mewakili diri sendiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved