Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
FRANCESCO Bagnaia mengincar penebusan pada GP Thailand akhir pekan ini setelah kesalahannya terjatuh di Jepang. Namun, balapan utama yang diperkirakan akan basah berpeluang menjadi momok bagi pembalap Ducati itu.
Bagnaia pun dituntut untuk tampil tanpa cela di Sirkuit Internasional Chang demi menyalip Fabio Quartararo (Yamaha) di puncak klasemen.
"Kami akan bekerja keras untuk mencoba siap pada hari balapan yang mungkin akan basah. Saya bertekad untuk melakukannya dengan baik dan tidak membuat kesalahan lagi," ucap Bagnaia.
GP Thailand menjadi salah satu seri yang krusial dalam perebutan gelar musim ini yang menyisakan empat balapan. Bagnaia yang tertinggal 18 poin dari Quartararo butuh kemenangan untuk mengejarnya.
Dari hasil di Jepang pekan lalu, Bagnaia menyadari balapan di trek basah selalu merepotkan lantaran Ducati Desmosedici tunggangannya musim ini terbilang payah ketika berhadapan dengan hujan.
"Setelah dari GP Jepang, kembali ke trek akan membantu saya melupakan hasil pekan lalu. Akhir pekan ini kami akan mengikuti jadwal kerja normal karena, tidak seperti Motegi," ujarnya.
Rekan setimnya Jack Miller yang jadi kampiun di Jepang lebih optimistis jika di Thailand balapan basah. Miller berambisi mengulangi kesuksesan di Motegi dan yakin tunggangannya kini lebih siap.
"Setelah menang di GP Jepang, saya sangat termotivasi di Thailand. Tes di Barcelona dan Misano beberapa minggu lalu kami mengidentifikasi pengaturan motor yang saya sukai," ujar pembalap asal Australia itu.
"Saya harap saya bisa melakukan hal yang sama di Buriram (Thailand). Cuaca pasti akan memainkan peran kunci, tapi saya biasanya kuat di lintasan basah jadi saya merasa siap untuk balapan dalam kondisi apapun," tandasnya. (OL-8)
Aprilia berhasil menutup MotoGP musim lalu dengan catatan sejarah baru, yakni menempati peringkat kedua klasemen akhir konstruktor dengan raihan 418 poin.
Fabio Quartararo mengakui bahwa kehadiran mesin V4 membawa tantangan teknis yang sangat berbeda dibandingkan mesin inline-4 yang selama ini ia kendarai.
Musim lalu, secara mengejutkan, Marco Bezzecchi berhasil mengakhiri kompetisi di peringkat ketiga klasemen akhir dengan koleksi 353 poin.
Masalah utama Francesco Bagnaia sepanjang musim MotoGP 2025 lalu berakar pada ketidakcocokan antara gaya balapnya dengan karakteristik Desmosedici GP25.
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Musim lalu menjadi periode yang cukup berat bagi Jorge Martin. Alih-alih menunjukkan dominasi, ia justru lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan dibandingkan di atas lintasan.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved