Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS putri nomor satu dunia Iga Swiatek yakin tak ada batasan yang menghalangi tujuannya untuk memenangi lebih banyak gelar grand slam ke depan usai sukses di AS Terbuka.
Gelar kampiun diraih petenis Polandia itu seusai mengalahkan Ons Jabeur pada partai final yang berlangsung di Arthur Ashe Stadium, Flushing Meadows, New York, Minggu (11/9) dini hari WIB. Dia mengatasi Jabeur dengan dua set langsung 6-2, 7-6 (7/5).
Kemenangan itu digadang-gadang memberi bukti Swiatek menjadi petenis terdepan yang berpeluang mendominasi di sektor tunggal putri setelah era Serena Williams.
"Saya tidak yakin apakah saya berada di level yang sebenarnya untuk memenangkan Grand Slam, terutama di AS Terbuka di mana sangat cepat. Itu adalah sesuatu yang tidak saya duga," ujarnya.
"Ini juga seperti konfirmasi bagi saya bahwa langit adalah batasnya. Saya bangga, juga sedikit terkejut, hanya senang saya bisa melakukan itu," imbuh Swiatek.
Gelar di AS Terbuka ini menjadi titel grand slam ketiganya setelah juara di Prancis Terbuka pada 2020 dan 2022. Petenis berusia 21 tahun itu juga mencatatkan diri sebagai petenis putri pertama sejak 2016 yang mampu memenangi dua grand slam dalam satu musim.
Dia juga sukses memperpanjang rekor di final turnamen dengan memenangi semua penampilannyaa di partai puncak tanpa kalah satu set pun.
Rekor Swiatek di turnamen hard court juga mulai menunjukkan capaian tahun ini. Sebelumnya, dia dikenal sebagai pemain yang lebih condong kuat di lapangan tanah liat. Namun, setelah sukses juara berturut-turut di Doha, Indian Wells, dan Miami Terbuka tahun ini, Swiatek mulai merubahnya.
Gelar di AS Terbuka ini pun memberi pesan Swiatek bisa menembus batasan. Dia berharap kemenangannya menjadi titik balik psikologis untuk permainannya.
Swiatek percaya kemampuannya untuk mengatasi gangguan dan menjalani permainannya sesuai dengan rencana menjadi tanda dia telah menjadi pemain yang lebih tangguh secara mental.
"Saya sangat bangga dengan fakta bahwa secara mental saya tidak putus asa pada saat-saat penting itu," kata Swiatek.
"Saya bangga bahwa saya memiliki lebih banyak solusi dan pilihan di lapangan daripada sebelumnya dalam hal tenis, tapi ya, juga secara mental," tukasnya.
Bagi Ons Jabeur, kekalahan tersebut membuyarkan ambisinya yang bertekad menjadi petenis putri pertama dari kawasan Arab dan Afrika yang memenangi grand slam.
Petenis berusia 28 tahun berkebangsaan Tunisia itu sebelumnya juga mengalami kegagalan di final Wimbledon pada Juli lalu. "Tidak ada yang perlu saya sesali karena saya melakukan segalanya yang mungkin," kata Jabeur.
Jabeur tak ingin terlarut dengan kekalahannya dan sudah menyusun rencana untuk musim depan bersaing memperebutkan peringkat nomor satu dunia.
"Dari segi poin, saya tidak memiliki poin bertahan di Australia Terbuka, di Prancis Terbuka, di Wimbledon, itu bagus. Ini hal yang bagus. Saya pasti akan memperebutkan posisi nomor 1 dunia,” kata Jabeur.
"Saya masih memiliki Masters (Final WTA di Fort Worth). Saya mungkin akan menunjukkan diri saya di sana dan membangun lebih banyak kepercayaan diri untuk benar-benar bersiap untuk musim depan karena saya merasa banyak yang harus saya tunjukkan," pungkasnya. (OL-8)
PETENIS putri Indonesia, Janice Tjen, memilih menatap ajang Indian Wells 2026 dengan pendekatan realistis. Ia tidak memasang target khusus, melainkan berfokus pada peningkatan kualitas.
Carlos Alcaraz mengincar gelar ketiga di Indian Wells 2026 dengan modal 12 kemenangan beruntun. Simak pengakuan sang petenis nomor 1 dunia tentang ambisi mengejar rekor Novak Djokovic
Daniil Medvedev, bintang tenis dunia terjebak di Dubai akibat penutupan ruang udara Timur Tengah. Terancam absen di ATP Masters 1000 Indian Wells.
Duet Janice/Piter berhasil menghentikan langkah pasangan Marie Bouzkova (Rep Ceko) dan Ann Li (Amerika Serikat) melalui kemenangan straight set 7-6 (3) dan 6-3.
Daniil Medvedev menang dengan skor meyakinkan 6-4 dan 6-2 atas Felix Auger-Aliassime di laga semifinal Dubai Duty Free Tennis Championships.
Masuk ke lapangan dengan catatan buruk 0-11 melawan petenis peringkat lima dunia, Miomir Kecmanovic akhirnya berhasil memecahkan kebuntuan tersebut dengan mengalahkan Alexander Zverev.
Petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, menjadi salah satu sosok yang paling lantang mendukung usulan tersebut.
Janice Tjen Mencetak Sejarah sebagai Petenis Putri Indonesia Pertama yang Menembus Top 50 WTA di Abad ke-21. Simak Profil Lengkap dan Perjalanan Karier Sang Bintang.
Djokovic terakhir kali manjurai Grand Slam dalam US Open 2023
Petenis Italia Jannik Sinner mengakui kekalahannya dari Novak Djokovic di semifinal Australia Terbuka sebagai salah satu yang paling menyakitkan dalam kariernya.
Setelah kalah di set pertama dan kemudian tertinggal 1-2, Djokovic bangkit mengalahkan juara bertahan dua kali itu dengan skor 3-6, 6-3, 4-6, 6-4, 6-4.
Hasil Australia Terbuka 2026 menampilkan kemenangan Carlos Alcaraz, Aryna Sabalenka, dan Coco Gauff yang melaju mulus ke putaran ketiga di Melbourne.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved