Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BOS Ferrari Mattia Binotto dan pembalap Carlos Sainz sepakat penampilan tim Formula 1 asal Italia itu di GP Belanda, Minggu (4/9) benar-benar berantakan.
Dalam balapan tersebut, pembalap Red Bull Max Verstappen keluar sebagai juara mengungguli pembalap Mercedes George Russell dan pembalap Ferrari lainnya Charles Leclerc.
Aksi tim Ferrari di GP Belanda diwarnai kesalahan dan tidak keberuntungan yang mencakup pit stop yang kacau, pelepasan yang tidak aman di jalur pit, dan keputusan strategis yang berantakan.
Baca juga : Sainz Siap Jalani Musim Terakhir Bersama Ferrari
Pit stop pertama yang buruk membuat Sainz harus menunggu selama 12 detik saat kru Ferrari mencari ban belakang mobil pembalap Spanyol.
"Ya Tuhan," seru Sainz mengeluh.
Bukan hanya itu, kru pit Ferrari juga meninggalkan pistol untuk mengganti ban di trek, di depan mobil Red Bull yang dikendarai Sergio Perez.
"Betul-betul berantakan. Apa yang terjadi sangat kacau. Para mekanik tidak siap. Kami akan mengevaluasi apa yang terjadi," ujar Binotto.
Drama yang dialami Sainz belum berakhir. Dia kemudian dilepaskan dari pit di jalur mobil Alpine yang dikemudikan Fernando Alonso. Kesalahan itu berujung penalti lima detik yang membuat posisinya merosot dari kelima menjadi kedelapan. (AFP/OL-1)
Arthur Leclerc akan membawa mobil Ferrari SF-25 di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi menggantikan posisi Lewis Hamilton.
Charles Leclerc dan Lewis Hamilton kembali kesulitan di kualifikasi F1 GP Qatar, finis di luar posisi depan dan mengaku mobil Ferrari sulit dikendalikan.
Lewis Hamilton mengungkapkan bahwa kondisi pengereman sangat sulit dikendalikan dan menyebabkannya dalam kondisi yang sering kehilangan kendali di GP Las Vegas.
Charles Leclerc tampil begitu kesulitan sepanjang kualifikasi dan harus menempati posisi kesembilan. Sementara rekan setimnya Lewis Hamilton harus puas berada di posisi buncit.
Rumor mengenai masa depan Hamilton mulai mencuat setelah penampilan mengecewakan di GP Meksiko bulan lalu.
Semenjak didatangkan Ferrari, awal musim ini, Lewis Hamilton belum memenangkan satu pun balapan hingga seri ke-20 musim ini.
Carlos Sainz mengamankan posisi ketiga setelah finis di belakang pembalap Red Bull Max Verstappen dan pembalap Mercedes George Russell di GP Azerbaijan yang berlangsung di Sirkuit Baku.
Carlos Sainz merasa telah menyesuaikan sejumlah kultur dan gaya kerja di Williams meski ia merasa terdapat perbedaan mencolok antara timnya sebelumnya dengan yang saat ini.
Semangat itu muncul ketika Carlos Sainz dan Alexander Albon menjajal FW47 untuk pertama kalinya dalam uji coba di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Desember lalu.
Carlos Sainz menggantikan Sebastian Vettel sebagai rekan setim baru Charles Leclerc di Ferrari itu pada 2021.
Carlos Sainz mengakui sempat sakit hati karena Ferrari tidak memperpanjang kontraknya dan malahan menggaet juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton untuk berlaga di Formula 1 musim 2025.
Carlos Sainz, kini, menempati peringkat kelima klasemen dengan 240 poin. Verstappen, yang finis posisi keenam di Meksiko, masih berada di puncak dengan 362 poin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved