Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ATLET balap sepeda putri Indonesia Ayustina Delia Priatna mengatakan fokusnya saat ini adalah mengejar poin untuk lolos kualifikasi Olimpiade Paris 2024.
Ayu, sapaan akrab Ayustina Delia Priatna, baru saja mengikuti seri UCI Track Nations Cup 2022 di Cali, Kolombia, 7-10 Juli.
Dia menjadi satu dari tiga wakil Indonesia yang tampil di ajang tersebut bersama dua pesepeda putra Bernard Benyamin Van Aert dan Terry Yudha Kusuma.
Baca juga: Ayustina Raih Medali Perak di Kejuaraan Asia
Hasilnya, Ayu berada di urutan ke-15 pada nomor Omnium Putri usai mengumpulkan 54 poin. Hasil ini membuat Ayu berada di posisi 38 dengan 232 poin dari tiga seri Nations Cup 2022.
Sementara Bernard membawa pulang perak nomor Omnium Putra dengan mengumpulkan total 114 poin. Adapun Terry yang turun pada nomor Madison bersama Bernard finis di urutan kesembilan.
"Pengalaman pertama dan tidak akan terlupakan. Perlombaan benar-benar beda dengan di Asia. Memang kelasnya sudah dunia, jadi speed dan skill plus cara main saja beda. Dari sini banyak belajar buat ke depan lebih baik. Banyak banget pelajaran," kata Ayu saat dihubungi, Rabu (13/7).
Ayu juga menyebut penampilan di Kolombia menjadi bekal untuk terus mengejar poin Olimpiade Paris 2024. Namun, sebelum itu, ada juga UCI Track World Championships 2022, yang dijadwalkan bergulir di Saint-Quentin en Yvelines, Prancis, 12-16 Oktober.
"Masih banyak race untuk berburu poin Olimpiade. Setelah ini, saya akan turun di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Banyuwangi, 15-24 Juli), kemudian lanjut ke Jepang, akhir bulan ini," kata Ayu.
Sementara itu, Pelatih Kepala Timnas Balap Sepeda Dadang Haries Poernomo mengungkapkan untuk nomor trek Ayu memang harus lebih banyak berkompetisi.
"Dari segi performa sangat baik. Namun memang untuk skill butuh jam terbang dan harus memperbanyak turun di kejuaraan trek," kata Dadang.
Dia juga mengungkapkan, saat ini, timnas balap sepeda akan fokus mengejar poin di UCI Track World Championships 2022 dan Olimpiade Paris 2024.
"Proses masih panjang. Ada beberapa event yang menunggu. Terdekat di Asia ada ajang yang bergulir di Jepang, Korea Selatan, dan Thailand. Kami terus bersaing sebelum Kejuaraan Dunia karena hanya beberapa negara yang bisa lolos," pungkas Dadang. (Ant/OL-1)
Jonas Vingegaard membidik satu-satunya gelar Tur Utama (Grand Tour) yang belum pernah ia menangi sepanjang kariernya.
Tim balap sepeda Indonesia harus menerima hasil di luar harapan pada ajang SEA Games 2025. Turun pada nomor men’s team pursuit, Indonesia gagal meraih medali emas.
CABANG olahraga balap sepeda kembali menjadi salah satu kontributor perolehan medali emas kontingen Indonesia pada SEA Games Thailand 2025.
Hingga saat ini, balap sepeda telah menyumbangkan tiga medali emas dan dua perak untuk kontingen Merah Putih.
KONTINGEN Indonesia kembali menambah medali emas SEA Games 2025 dari cabang menembak serta balap sepeda.
Peluang Indonesia untuk meraih medali emas pertama di SEA Games 2025 diyakini terbuka lebar dari nomor Balap Sepeda Downhill.
Indonesia juga mendorong agar SEA Games lebih memprioritaskan Olympic Number.
Strategi memisahkan kedua lifter ini dinilai sebagai langkah taktis untuk memaksimalkan potensi dua medali emas sekaligus.
Olimpiade musim dingin 2026 sendiri akan berlangsung mulai 6 hingga 22 Februari.
Syerina, yang baru pertama kali turun di kelas 70 kg, menyumbangkan satu dari total empat medali emas yang berhasil dikoleksi kontingen Merah Putih dari cabang judo.
Janice Tjen, yang berusia 23 tahun, kata dia, saat ini, merupakan petenis peringkat ke-53 dunia dan punya mimpi besar untuk terus meraih prestasi dari cabang olahraga tenis.
Dengan waktu persiapan yang makin singkat, PABSI kini menyiapkan strategi pembinaan agar para lifter Indonesia bisa berangkat ke Olimpiade Los Angeles 2028.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved