Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP tim Lonovo Ducati, Francesco Bagnaia menjadi yang tercepat di babak kualifikasi MotoGP Jerman, Sabtu (18/6). Pembalap Italia itu membukukan waktu 1 menit 19,931 detik untuk satu lap Sirkuit Sachsenring.
Bagnaia akan menempati posisi terdepan (pole position) dalam start lomba yang akan berlangsung besok. Posisi start dua akan ditempati pembalap Yamaha Monster Energy Yamaha Fabio Quartararo. Catatan waktu pembalap Prancis ini terpaut 0,076 detik dari Bagnaia.
Sedangkan satu posisi terakhir di barisan terdepan start diraih Johann Zarco. Pembalap Pramac Ducati ini membukukan waktu 1 menit 20,0300 detik.
Sedangkan barisan kedua start berturut-turur ditempati Aleix Espargaro (Aprilia), Fabio Di Giannantonio (Gresini Racing), dan Jack Miller (Lenovo Ducati). (OL-15)
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Berbeda dengan Formula 1 yang memiliki serikat resmi pebalap, MotoGP hingga kini belum memiliki wadah tersebut.
Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia menyelesaikan sesi tes ini dengan berada di posisi 10 dalam waktu 1 menit 29,731.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved