Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
FRANCESCO Bagnaia dan Ducati telah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang masa kontrak pembalap MotoGP asal Italia itu selama dua musim lagi hingga 2024.
"Saya bangga bisa bersama Ducati dua musim lagi. Saya telah menemukan lingkungan yang tenang bersama tim. Saya juga merasa sangat sejalan dengan mereka," ujar Bagnaia, yang kontraknya bersama Ducati habis pada akhir musim ini, seperti dikutip laman resmi MotoGP, Senin (21/2).
"Saya akan berusaha membayar kepercayaan mereka dengan hasil yang saya raih di trek," sambung dia.
Baca juga: Pertamina Gelar Program Seru Menyambut MotoGP Indonesia
Bagnaia menjalani debut di MotoGP pada 2019 bersama motor Ducati Desmosedici dari Pramac Racing Team. Bersama tim tersebut, dia meraih podium pertamanya di Grand Prix San Marino dan Rimini Riviera.
Pembalap berusia 25 tahun itu kemudian dipromosikan ke tim utama Ducati Lenovo Team pada tahun lalu.
Ia melampaui ekspektasi setelah berhasil merebut posisi pole dan finis ketiga di GP pembuka musim 2021 di Qatar, dan menjadi salah satu penantang perebutan gelar juara dunia bersama pembalap Monster Energy Yamaha Fabio Quartararo.
Selama musim lalu, Bagnaia meraih sembilan podium, dengan empat kemenangan dan enam posisi pole, yang membawanya ke posisi runner-up MotoGP 2021. Ia hanya kalah satu kemenangan dari juara dunia, Fabio Quartararo.
"Sejak dia tiba di Ducati pada 2019, Pecco (julukan Bagnaia) sudah menunjukkan bakat dan kemampuan untuk menerjemahkan Desmosedici kami dengan sangat baik, beradaptasi untuk menungganginya di kondisi apapun," kata Genaral Manajer Ducati Corse, Luigi Dall'Igna.
"Dia berhasil, terutama musim lalu, ketika ia berkembang pesat dan bersaing untuk gelar juara dunia. Cara dia menangani balapan di Aragon, Misano, Portimao, dan Valencia, mencetak empat kemenangan fantastis adalah bukti kematangannya sebagai pembalap."
"Dengan kualitas tersebut, kami yakin dia memiliki potensi untuk meraih gelar bersama kami," pungkas dia. (Ant/OL-1)
Masalah utama Francesco Bagnaia sepanjang musim MotoGP 2025 lalu berakar pada ketidakcocokan antara gaya balapnya dengan karakteristik Desmosedici GP25.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Berbeda dengan Formula 1 yang memiliki serikat resmi pebalap, MotoGP hingga kini belum memiliki wadah tersebut.
Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia menyelesaikan sesi tes ini dengan berada di posisi 10 dalam waktu 1 menit 29,731.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved