Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
AUSTRALIA akan mendeportasi bintang tenis Novak Djokovic setelah Pengadilan Federal, Minggu (16/1) menguatkan keputusan pemerintah untuk membatalkan visanya dengan alasan bahwa keputusannya untuk tidak divaksinasi COVID-19 menimbulkan risiko bagi negara tersebut.
Keputusan bulat oleh tiga hakim tersebut memberikan pukulan petenis peringkat teratas dunia itu untuk mengejar rekor kemenangan Grand Slam ke-21 di Australian Open setelah drama 10 hari kedatangannya di Australia.
Petenis Serbia itu pertama kali ditahan oleh otoritas imigrasi pada 6 Januari, diperintahkan dibebaskan oleh pengadilan pada 10 Januari, dan kemudian ditahan lagi pada Sabtu.
Dalam sebuah pernyataan, Djokovic mengatakan dia sangat kecewa dengan keputusan tersebut karena hal itu berarti bahwa dia tidak bisa ambil bagian dalam turnamen, yang dimulai Senin (17/1).
"Saya menghormati putusan Pengadilan dan saya akan bekerja sama dengan otoritas terkait untuk kepergian saya dari negara ini," kata Djokovic, dan mendoakan yang terbaik untuk turnamen tersebut, dikutip dari Reuters.
Djokovic telah mengajukan banding terhadap penggunaan kewenangan diskresi Menteri Imigrasi Alex Hawke untuk membatalkan visanya. Alex menilai Djokovic bisa menjadi ancaman bagi ketertiban umum karena kehadirannya akan mendorong sentimen anti-vaksin di tengah wabah virus korona yang memburuk di Australia.
Ketua Hakim James Allsop mengatakan putusan pengadilan didasarkan pada keabsahan dan legalitas keputusan menteri dalam konteks tiga alasan banding yang diajukan tim hukum Djokovic.
"Ini bukan bagian dari fungsi pengadilan untuk memutuskan manfaat atau kebijakan dari keputusan tersebut," kata Allsop.
Allsop mengatakan bahwa ketiga hakim memiliki suara bulat untuk keputusan tersebut. Dia menambahkan alasan penuh di balik putusan itu akan dirilis dalam beberapa hari mendatang. Belum diketahui kapan Djokovic harus meninggalkan Australia. (OL-8)
Kurniahu Tjio Kay Kie, mantan atlet sekaligus ayahanda dari legenda ganda putra Marcus Fernaldi Gideon, meninggal dunia pada Kamis (29/1) dini hari.
JUARA bertahan Jannik Sinner menegaskan kesiapannya menghadapi Novak Djokovic pada babak semifinal Australia Terbuka setelah menyingkirkan petenis Amerika Serikat, Ben Shelton.
Keputusan mundur Musetti menjadi berkah besar bagi Djokovic yang sepanjang pertandingan tampil di bawah performa terbaiknya dan dipenuhi kesalahan sendiri.
Jessica Pegula menang dua set langsung 6-2 dan 7-6 (7-1) sekaligus menghentikan langkah Amanda Anisimova di perempat final Australia Terbuka
Jessica Pegula melaju ke perempat final Australia terbuka setelah menumbangkan juara bertahan Madison Keys. Pegula tampil klinis dan kini bidik gelar Grand Slam perdana.
Aryna Sabalenka melaju ke perempat final Australia Terbuka ke-13 kalinya secara beruntun, usai menaklukkan Victoria Mboko dan samai rekor Novak Djokovic.
Janice Tjen Mencetak Sejarah sebagai Petenis Putri Indonesia Pertama yang Menembus Top 50 WTA di Abad ke-21. Simak Profil Lengkap dan Perjalanan Karier Sang Bintang.
Djokovic terakhir kali manjurai Grand Slam dalam US Open 2023
Petenis Italia Jannik Sinner mengakui kekalahannya dari Novak Djokovic di semifinal Australia Terbuka sebagai salah satu yang paling menyakitkan dalam kariernya.
Setelah kalah di set pertama dan kemudian tertinggal 1-2, Djokovic bangkit mengalahkan juara bertahan dua kali itu dengan skor 3-6, 6-3, 4-6, 6-4, 6-4.
Hasil Australia Terbuka 2026 menampilkan kemenangan Carlos Alcaraz, Aryna Sabalenka, dan Coco Gauff yang melaju mulus ke putaran ketiga di Melbourne.
Kenali Janice Tjen, petenis Indonesia yang mencetak sejarah di Australian Open 2026. Simak profil, prestasi, dan fakta menarik perjalanannya di Grand Slam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved