Minggu 16 Januari 2022, 15:29 WIB

Pengadilan Federal Tolak Banding, Djokovic akan Dideportasi dari Australia

Rifaldi Putra Irianto | Olahraga
Pengadilan Federal Tolak Banding, Djokovic akan Dideportasi dari Australia

William WEST / AFP
Petenis Serbia Novak Djokovic masih sempat berlatih pada Rabu (12/1) di Melbourne untuk menghadapi Australia Terbuka 2022.

 

PENGADILAN Federal Australia dengan suara bulat menolak banding yang diajukan petenis nomor satu dunia Novak Djokovic, membuat visanya dicabut, sehingga petenis Serbia itu akan segera dideportasi.

Perjuangan Djokovic untuk dapat bertanding di Australia Terbuka 2022 pupus sudah, setelah sejak 8 Januari lalu petenis Serbia itu berjuang keras untuk tetap tampil di Australia Terbuka dengan status pengecualian medis untuk vaksinasi covid-19.

"Berdasarkan perintah pengadilan bahwa aplikasi yang diubah telah ditolak," kata Ketua Hakim James Allsop, dikutip dari AFP Minggu (16/1).

Keputusan itu diputuskan secara bulat di antara tiga hakim dan alasannya akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang.

Atas keputusan itu, harapan Djokovic yang tidak divaksinasi untuk memenangi turnamen Australia dan memecahkan rekor 21 gelar turnamen grand slam putra pun sirna.

Argumen pengacara pemerintah yang menyatakan bahwa kehadiran Djokovic di Australia berisiko mengobarkan sentimen anti-vaksinasi selama wabah terburuk covid-19 di Australia Sejak pandemi dimulai, memperkuat keputusan Pengadilan Federal.

Pengecualian medis yang memungkinkan petenis nomor satu dunia Serbia memasuki negara itu tanpa divaksinasi telah memicu kemarahan di Australia, dan menjadi masalah politik bagi Perdana Menteri Scott Morrison, yang akan mengadakan pemilihan federal beberapa bulan mendatang.

Bintang Serbia itu dilaporkan akan meninggalkan Australia sehari sebelum grand slam Australia Terbuka dimulai.

Sky Sports menyebut, Novak Djokovic kini bukan cuma akan segera dideportasi dari Australia tapi juga berpotensi menghadapi larangan berkunjung ke Negeri Kanguru selama tiga tahun ke depan.

Dalam kurun waktu tersebut, peraih 20 gelar grand slam itu cuma diperbolehkan kembali dalam situasi istimewa yang mempengaruhi kepentingan nasional. (Rif/AFP/Sky Sports/OL-09)

Baca Juga

MI/Deny Susanto

Tiga Atlet dan Pelatih Sepeda Kalsel Dipanggil Timnas

👤Deny Susanto 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 15:37 WIB
Tiga atlet dan seorang pelatih balap sepeda asal Kalimantan Selatan yang berprestasi pada ajang Indonesia National Championship (INC) 2022,...
AFP

Simona Halep Incar Gelar Ketiga di Toronto Masters

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 14:06 WIB
Halep yang saat ini diperingkat ke-15 dunia akan kembali ke 10 besar berkat...
AFP

Hurkacz Melaju ke Final Montreal Masters

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 13:45 WIB
Hurkacz tengah membidik tambahan gelar ATP. Sejauh ini, dia telah memenangi lima final...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya