Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG dimulainya turnamen akhir musim WTA Finals, unggulan pertama Aryna Sabalenka mengatakan dirinya masih mencoba beradaptasi dengan kondisi cuaca di Guadalajara, Meksiko, yang terletak sekitar 5.100 kaki di atas permukaan laut.
Datang ke WTA Finals setelah menjalani musim yang luar biasa dengan meraih gelar juara di Abu Dhabi dan Madrid Terbuka, serta mencapai semifinal di Wimbledon dan Amerika Serikat (AS) Terbuka, Sabalenka mengatakan dirinya telah melakukan latihan pertama di Guadalajara.
"Ya, hari pertama saya di sini, saya cukup terkejut karena saya tidak dapat mengendalikan bola dengan baik sepanjang latihan," ucap Sabalenka dilansir dari AFP, Kamis (10/11).
Baca juga: Raducanu Umumkan Pelatih Baru
"Saya menemukan sedikit ketegangan jelang pertandingan, tapi saya pikir saya akan merasa lebih baik dan lebih baik lagi di sini sepanjang berjalannya waktu," imbuhnya.
"Saya masih memiliki waktu untuk berlatih, jadi saya rasa saya akan segera beradaptasi dengan ketinggian dan kondisi di sini. Mudah-mudahan saya bisa menunjukkan yang terbaik di pertandingan pertama," harapnya.
Tampil sebagai unggulan pertama di WTA Finals menggantikan posisi petenis Australia Ashleigh Bartty, yang memutuskan mundur dari turnamen, Sabalenka mengaku tidak terpengaruh oleh tekanan yang datang dengan status unggulan teratasnya.
Akan memulai pertandingan pembuka dengan menghadapi unggulan ketujuh asal Spanyol Paula Badosa, ia justru mengaku nyaman dengan status unggulan pertamanya dan memberinya sedikit rasa percaya diri.
"Saya pikir saya tidak sedang dalam tekanan ini (status unggulan teratas), saya dalam kondisi baik-baik saja," tutur Sabalenka.
"Saya sangat senang berada di sini, terutama tampil sebagai unggulan teratas. Saya tidak bisa membayangkan akan menjadi unggulan teratas di WTA Finals, bagi saya itu adalah sesuatu hal yang luar biasa dan sulit di percaya," jelasnya.
Turnamen penutup WTA Finals merupakan turnamen tenis yang mempertemukan delapan petenis putri terbaik di klasemen untuk diadu dan mencari yang terbaik dari yang terbaik.
Nantinya, delapan petenis putri top dunia itu akan dibagi menjadi dua grup dengan masing-masing grup terdiri dari empat nama. Dua pemuncak klasemen grup nantinya akan lolos ke babak semifinal dan akan diadu kembali untuk merebut tiket babak final.
Sabalenka (Belarusia), Maria Sakkari (Yunani), Iga Swiatek (Polandia), dan Paula Badosa (Spanyol) bergabung dalam Grup Chicen Itza.
Sedangngkan sisanya yakni Barbora Krejickova (Rep Ceko), Karolina Pliskova (Rep Ceko), Garbine Muguruza (Spanyol), dan Anett Kontaviet (Estonia) bergabung dalam Grup Teotihuacan. (AFP/OL-1)
Aryna Sabalenka, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari turnamen yang akan berlangsung di Doha pekan depan tersebut dengan alasan penyesuaian jadwal kompetisi.
Update peringkat tenis dunia (WTA) pasca Australian Open 2026. Elena Rybakina naik ke peringkat 3, Aryna Sabalenka kokoh di puncak.
Petenis Kazakhstan, Elena Rybakina, akhirnya merengkuh takhta Australia Terbuka 2026 setelah menumbangkan peringkat satu dunia, Aryna Sabalenka.
ELENA Rybakina memastikan tempat di final Australia Terbuka 2026 dan akan menghadapi Aryna Sabalenka setelah menyingkirkan Jessica Pegula 6-3, 7-6 (9/7).
ARYNA Sabalenka lahir di Minsk, Belarus pada 5 Mei 1998. Selama kariernya, ia telah memenangkan dua belas gelar tunggal WTA, termasuk satu Grand Slam di Australian Open 2023.
BUKAN hal baru bagi Aryna Sabalenka, memastikan satu tiket di final Australian Open keempat secara berturut-turut. Setelah mengalahkan Elina Svitolina. Sabalenka sempat protes ke wasit
Rybakina kini mengoleksi tiga gelar WTA musim ini, setelah Strasbourg dan Ningbo.
Aryna Sabalenka mengalahkan Amanda Anisimova 6-3, 3-6, 6-3 untuk melaju ke final WTA Finals Riyadh melawan Elena Rybakina, yang menyingkirkan Jessica Pegula.
Sabalenka di semifinal .akan menghadapi unggulan keempat asal Amerika Serikat, Amanda Anisimova.
Anisimova menjaga peluang meraih gelar pada debutnya di WTA Finals.
Amanda Anisimova mengalahkan unggulan kedua Iga Swiatek dengan skor 7-6 (3), 6-4, dan 6-2.
Elena Rybakina memenangkan 12 dari 13 game terakhir untuk meraih kemenangan telak 3-6, 6-1, dan 6-0 dan mengakhiri empat kekalahan beruntun melawan Iga Swiatek.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved