Senin 01 November 2021, 17:57 WIB

Menpora Tegaskan Peparnas XVI Papua Punya Gengsi Setara dengan PON XX Papua 

Rifaldi Putra Irianto | Olahraga
Menpora Tegaskan Peparnas XVI Papua Punya Gengsi Setara dengan PON XX Papua 

Antara/Puspa Perwitasari
Menpora Zainudin Amali

 

MENTERI Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali memastikan adanya kesetaraan antara penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpik Nasional (Perpanas) XVI Papua 2021. 

Jelang Peparnas XVI yang mana akan digelar pada 5-15 November 2021, Zainudin menegaskan tidak ada pembeda antara penyelenggaraan PON XX papua dan Perpanas XVI Papua. 

“Dalam waktu dekat kami akan melaksanakan Peparnas XVI, karena tidak ada bedanya antara PON dan Peparnas, semua kita fasilitasi yang sama, yang membedakan hanya dari jumlah cabor yang dipertandingkan,” kata Zainudin dalam Forum Merdeka Barat 9, Senin (1/11) siang.  

Dijelaskan Zainudin, Peparnas XVI ini nantinya hanya akan mempertandingkan 12 cabang olahraga saja, sedangkan PON ada 37 cabang olahraga. Sementara untuk atlet, pelatih, dan kontingen yang akan hadir di Peparnas diperkirakan sekitar 3.500 orang akan hadir di Papua. 

Dengan hanya mempertandingkan 12 cabang olahraga, untuk lokasi pertandingan sendiri, Peparnas hanya akan digelar dua lokasi yakni di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. 

Zainudin mengungkapkan, dirinya telah melakukan rapat koordinasi dengan PB Peparnas dan NPC Indonesia selaku pengawas atlet disabilitas untuk membahas terkait persiapan Peparnas, dalam rapat itu dia juga telah mencatat apa saja yang kurang PON XX Papua untuk dapat diperbaiki di Peparnas XVI. 

“Jadi apa yang masih menjadi kekurangannya itu yang harus kita perbaiki, di dalam Peparnas ini tidak boleh muncul lagi,” terangnya. 

Baca juga : Ini Evaluasi Pelatih untuk Penampilan Empat Ganda Putra Indonesia di Prancis Terbuka

Zainudin mengungkapkan, berdasarkan laporan PB Peparnas, hingga saat ini kesiapan Peparnas XVI sudah 98 persen.  

“Apa yang disampaikan oleh PB Peparnas kemarin itu persiapan sudah 98 persen. Tinggal 2 persennya adalah mengkoordinasikan hal-hal yang terkait dengan apa yang masih harus dilengkapi khususnya untuk acara opening dan closingnya,” katanya.  

Karena diikuti para atlet disabilitas sebagai peserta, Zainudin mengatakan akan ada pelayanan-pelayanan khusus yang disediakan panitia. Terutama terkait alat transportasi yang sudah dimodifikasi untuk kebutuhan atlet disabilitas.  

"Kemudian atlet-atlet ditempatkan semuanya di hotel, karena di situ ada fasilitas yang lebih baik bila ditempatkan di penginapan yang lainnya," ujarnya.  

Dikatakan Menpora, prestasi yang ditorehkan atlet disabilitas juga sangat membanggakan dan mengharumkan nama Indonesia. Mislanya pada Paralimpiade Tokyo 2020 lalu, tim Indonesia berhasil memperbaiki rangking Paralimpiade dari 76 menjadi 43 dunia. Torehan itu melampaui target pemerintah yang hanya menargetkan urutan 60.  

Karenanya Zainudin menegaskan bahwa tidak ada yang menjadi pembeda antara atlet disabilitas dan non-disabilitas. Bahkan kesetaraan itu juga sudah dituangkan pemerintah dalam Desain Besar Olahraga Nasional. 

"Jadi saya kira kalau dari prestasi ini luar biasa. Oleh karena itu di dalam Desain Besar Olahraga Nasional, kita menempatkan posisi yang setara. Dan Pak Presiden juga memberi apresiasi menempatkan atlet-atlet paragames kita atau paralimpiade sama. Jadi tidak ada perbedaan," tukasnya. (OL-7)

Baca Juga

AFP/Arif Kartono

Hamilton tidak Khawatir tidak Menang Sama Sekali pada Musim Ini

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 29 September 2022, 14:15 WIB
Pembalap Inggris itu, sepanjang musim ini, kewalahan membalap dengan mobil Mercedes yang tampil di bawah perfoma...
ANTARA/Andika Wahyu

Tidak Ada Lagi Bus Gratis untuk Penonton WSBK Mandalika

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 29 September 2022, 11:30 WIB
Merujuk pada pelaksanaan WSBK 2021, seluruh biaya transportasi untuk para penonton menuju Sirkuit Mandalika digratiskan karena ditanggung...
AFP/Richard Heathcote

Mo Farah Mundur dari Maraton London

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 29 September 2022, 10:24 WIB
Maraton London sedianya akan menjadi ajang kompetitif pertamanya sejak 2019. Di Olimpiade Tokyo lalu, Farah gagal masuk skuat Inggris...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya