Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MARC Marquez membuktikan dirinya adalah raja Circuit of the Americas setelah pada Minggu (3/10) meraih kemenangan di balapan MotoGP GP Amerika untuk ketujuh kalinya.
Marquez, yang mengawali balapan dari bari ketiga, langsung merebut posisi terdepan dari awal laga dan sukses finis pertama mengungguli pemuncak klasemen Fabio Quartararo.
Meski gagal juara, Quartararo memperlebar jaraknya di puncak klasemen pembalap menjadi 52 poin dari Francesco Bagnaia, yang finis ketiga.
Baca juga: Mulai di Posisi Ketiga, Marc Marquez: Ini Barisan Terdepan Pertama Saya
Saat musim ini tinggal menyisakan tiga balapan lagi, dengan masing-masing balapan memiliki nilai maksimum 25, Quartararo semakin dekat meraih gelar MotoGP pertamanya.
"Semuanya berjalan sesuai rencana," ujar Marquez, yang memenangkan enam balapan pertamanya di Austin, Texas itu sebelum terjatuh saat tengah memimpin pada 2019.
GP Amerika dibatalkan pada musim lalu kala Marquez masih memulihkan diri dari cedera patah tangan. Posisi startnya di baris terdepan di GP Amerika juga merupakan yang pertama sejak dia kembali bertanding.
"Mengawali start dengan apik, menjadi yang terdepan sejak dua lap pertama, dan kemudian berusaha dengan keras sepanjang pertandingan, Saya sangat puas," ujar pembalap Honda itu.
Hingga pertengahan balapan, Marquez sudah unggul lebih dari 2 detik di depan Quartararo, yang akhirnya finis tertinggal 4,679 detik dari pembalap Spanyol itu.
Bagnaia, yang mengawali balapan dari posisi pole, masih menduduki posisi keempat saat laga menyisakan beberapa lap. Dia kemudian menekan pembalap urutan ketiga Jorge Martin yang menyebabkan pembalap rookie itu melakukan kesalahan dan bisa disalip Bagnaia.
Quartararo berpeluang menjadi pembalap Prancis pertama yang menjadi juara MotoGP di balapan beikutnya di Misano, Italia, 24 Oktober mendatang. (AFP/OL-1)
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
MARC Marquez dinilai memiliki bakat dan kecepatan luar biasa, tetapi tidak mempunyai daya tarik dan magis seperti Valentino Rossi.
Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez mengantisipasi kemungkinan adanya penurunan performa yang bisa ia alami di musim depan meskipun baru saja mendominasi musim 2025 bersama Ducati.
Pembalap Gresini Racing Alex Marquez kini membidik hasil maksimal dalam GP Amerika, yang akan digelar di Circuit of the Americas (COTA), Austin, pada 28-31 Maret 2025.
Tidak hanya membukukan tiga kemenangan di tiga sesi balapan, Maverick Vinales juga mencatatkan rekor putaran (lap) tercepat di Circuit of the Americas (COTA), Austin.
Pembalap peraih delapan gelar juara dunia tersebut optimistis tim Gresini Racing mampu memberikan solusi terbaik atas kendala yang dialaminya di GP Amerika.
Maverick Vinales akhirnya keluar sebagai yang tercepat usai terjadi insiden jatuhnya pembalap Gresini Racing, Marc Marquez, yang memimpin posisi terdepan di sepuluh lap terakhir.
Maverick Vinales mencetak sejarah MotoGP dengan menjadi pembalap pertama yang memenangkan grand prix bersama tiga tim berbeda yaitu Suzuki, Yamaha, dan kini Aprilia.
Maverick Vinales, yang memecahkan rekor lap di babak kualifikasi, membukukan keunggulan lebih dari 1 detik untuk meraih kemenangan di atas motor Aprilia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved