Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH pekan lalu memenangi MotoGP Aragon, Francesco 'Peco' Bagnaia kembali menunjukkan kehebatannya di lintasan balap. Pada MotoGP San Marino yang berlangsung di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Italia, Minggu (19/9), pembalap Tim Ducati tersebut kembali menjadi yang tercepat.
Bagnaia, yang start dari posisi terdepan membukukan waktu 41 menit 48,305 detik untuk menyelesaikan. Ia unggul 0,364 detik dalam pembalap Yamaha, Fabio Quartararo yang finis di posisi dua. Sedangkan posisi tiga ditempati Enea Bastianini dari tim Avintia Ducati.
Kemenangan di Misano membuat Bagnaia kembali memangkas jarak dengan Quartararo di klasemen sementara. Dengan poin 186, Bagnaia kini terpaut 48 poin dengan Quartararo yang masih berada di puncak klasemen. Sedangkan posisi tiga klasemen ditempati pembalap Suzuki Joan Mir denganpoin 167.
Kemenangan di Aragon dan Misano menjadi modal besatr Bagnaia untuk terus bersaing memperebutkan gelar juara dunia MotoGP 2021. Dengan empat sisa balapan musim ini, pembalap Italia itu berpeluang menggeser Quartararo dari puncak klasemen di akhir musim balap.
Aprilia berhasil menutup MotoGP musim lalu dengan catatan sejarah baru, yakni menempati peringkat kedua klasemen akhir konstruktor dengan raihan 418 poin.
Fabio Quartararo mengakui bahwa kehadiran mesin V4 membawa tantangan teknis yang sangat berbeda dibandingkan mesin inline-4 yang selama ini ia kendarai.
Musim lalu, secara mengejutkan, Marco Bezzecchi berhasil mengakhiri kompetisi di peringkat ketiga klasemen akhir dengan koleksi 353 poin.
Masalah utama Francesco Bagnaia sepanjang musim MotoGP 2025 lalu berakar pada ketidakcocokan antara gaya balapnya dengan karakteristik Desmosedici GP25.
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Musim lalu menjadi periode yang cukup berat bagi Jorge Martin. Alih-alih menunjukkan dominasi, ia justru lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan dibandingkan di atas lintasan.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved