Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH meraih sukses di Grand Prix (GP) Aragon, akhir pekan lalu, pembalap Italia Francesco Bagnaia siap memimpin pasukan Ducati menuju Misano World Circuit Marco Simoncelli, untuk tampil di MotoGP San Marino, Minggu (19/9) WIB.
Jika pada balapan sebelumnya tim Lenovo Ducati membalap dengan dua pembalap andalan yakni Bagnaia dan Jack Miller, di GP San Marino pembalap Michele Pirro akan mengaspal sebagai pembalap wild card.
Berdasarkan catatan MotoGP, Ducati telah merebut podium utama dua kali di Misano dengan Casey Stoner berhasil meraihnya pada 2007 dan Andrea Dovizioso pada 2018.
Baca juga: Marc Marquez Disebut Punya DNA Juara
Bagnaia berhasil berdiri di podum kedua tahun lalu hanya berjarak 2,217 detik dari Franco Morbidelli (Yamaha) yang berhasil mengamankan podium utama.
Setelah berhasil menahan gempuran Marc Marquez di balapan GP Aragon demi merebut kemenangan perdananya di Aragon, Bagnaia mengaku siap kembali mengaspal, akhir pekan ini.
"GP terakhir baru berakhir beberapa hari yang lalu, tapi saya sudah siap untuk kembali balapan pada akhir pekan ini (GP San Marino)," ucap Bagnaia dikutip dari speedweek, Kamis (16/9).
"Kemenangan akhir pekan lalu memberi saya energi tambahan untuk melakukan balapan di kandang kami di Misano. Tim saya juga telah melakukan pekerjaan dengan baik, sejauh ini saya sangat nyaman dengan Desmosedici jadi saya optimis dengan akhir pekan ini," imbuhnya.
Melakoni pertandingan kandang, tentu ini akan menjadi keuntungan sendiri bagi tim Ducati di mana mereka sudah hapal betul seperti apa medan yang akan dihadapi. Terlebih Bagnaia mengatakan bahwa Misano merupakan salah satu trek favoritnya.
"Ini adalah trek yang sangat saya sukai dan saya sering melakukan latihan dengan Panigale V4 S. Saya juga mendapatkan podium MotoGP pertama saya disini tahun lalu. Saya akan bertekad dan siap untuk berjuang demi meraih kemenangan lagi di depan para penggemar," sebutnya.
Selain Bagnaia, rekan satu timnya, Jack Miller, juga mengaku tidak sabar untuk mengaspal di sirkuit yang memiliki panjang trek 4,2 km itu.
Miller, yang saat ini menempati posisi kelima di klasemen, bertekad menampilkan yang terbaik di Misano.
"Saya sangat menantikan balapan di Misano. Ini adalah balapan kandang kami dan atmosfer penggemar di tribun Ducati selalu luar biasa. Saya bertekad untuk mengakhiri Grand Prix kandang kami dengan hasil terbaik," terang Miller. (Speedweek/OL-1)
Masa depan pembalap Marc Marquez bersama Ducati mulai menemui titik terang setelah sang juara bertahan menyatakan telah menyepakati sebagian besar poin dalam kontrak barunya.
MARC Marquez memanfaatkan metode visualisasi lintasan saat tes pramusim MotoGP untuk memastikan pilihan paket aerodinamika Ducati tetap kompetitif sepanjang musim.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Marco Bezzecchi meraih kemenangan impresif pada seri pembuka MotoGP 2026 di GP Thailand. Marc Marquez gagal finis, sementara Pedro Acosta dan Raul Fernandez melengkapi podium.
Francesco Bagnaia mengaku proses adaptasinya dengan motor terbaru, Desmosedici GP26, berjalan sangat mulus dan memberikan sinyal positif bagi tim Ducati Lenovo.
Francesco Bagnaia mengaku lebih nyaman dengan DNA baru Ducati GP26 dibanding GP25. Simak hasil tes pramusim Buriram dan persiapan Pecco hadapi MotoGP 2026.
Performa Bagnaia sepanjang musim 2025 yang naik turun membuat posisinya di tim pabrikan Borgo Panigale mulai disorot.
Masalah utama Francesco Bagnaia sepanjang musim MotoGP 2025 lalu berakar pada ketidakcocokan antara gaya balapnya dengan karakteristik Desmosedici GP25.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved