Sabtu 07 Agustus 2021, 13:24 WIB

Pelari Kenya Jepchirchir Mampu Pertahankan Medali Emas Maraton

Mediaindonesia | Olahraga
Pelari Kenya Jepchirchir Mampu Pertahankan Medali Emas Maraton

Giuseppe CACACE / AFP
Peres Jepchirchir

 

PELARI jarak jauh putri Kenya Peres Jepchirchir meraih emas maraton Olimpiade Tokyo 2020 sekaligus memastikan gelar juara Olimpiade untuk kedua kalinya secara berturut-turut pada Sabtu dengan catatan waktu tercepat 2 jam 27 menit 20 detik.

Juara dunia lari maraton dua kali berusia 27 tahun itu mengalahkan rekan senegaranya Brigid Kosgei (2 jam 27:36) sementara Molly Seidel asal AS berada di urutan ketiga (2 jam 27:46).

Jepchirchir menggantikan posisi sesama pelari Kenya Jemima Sumgong, yang menjadi juara di Olimpiade Rio 2016.

Penyelenggara yang khawatir dengan kondisi panas dan lembab di Tokyo mengumumkan pada malam perlombaan bahwa lomba maraton dimajukan satu jam menjadi 6 pagi waktu setempat.

Meski demikian, banyak pelari gagal bertahan termasuk juara dunia asal Kenya Ruth Chepngetich. Pelari lain yang mampu melewati garis finis juga terlihat kepayahan, termasuk Ursula Sanchez dari Meksiko.

Sanchez terhuyung-huyung melewati garis finis dan kemudian harus dipapah seorang ofisial lomba.

Sepanjang dua jam lomba, suhu meningkat menjadi 30,6 derajat Celcius dan kelembapan 62,7 persen.

Baca juga: Pelari Uganda Cheptegei Sabet Medali Emas Lari 5.000m putra

Jepchirchir dan Kosgei memacu kecepatan mereka pada jarak empat kilometer tersisa dengan hanya ada kuartet pelari yang bakal memperebutkan medali.

Seidel adalah yang pertama tersisih diikuti oleh Lonah Salpeter, atlet Israel kelahiran Kenya.

Pelari Israel itu tampaknya bakal menyumbangkan medali Olimpiade atletik pertama kepada negaranya.

Namun, harapannya untuk meraih perunggu itu ternyata berakhir secara dramatis saat ia berhenti dan segera tersusul Seidel yang akhirnya memastikan posisi ketiga.

Sementara itu di posisi terdepan, Jepchirchir membuat langkah menentukan untuk emas-nya dengan dua kilometer tersisa dan Kosgei tidak mampu lagi menyusul.

Ini menjadi kekalahan pertama bagi Kosgei dalam lima kali lomba maraton -- dia memenangkan Chicago (2018/2019) dan London (2019/2020) -- meskipun dia telah berjuang keras melawan kondisi panas dan bahkan terpaksa memasukkan kompres es ke dalam rompi larinya, demikian AFP.(OL-4)

Baca Juga

AFP/Lillian SUWANRUMPHA

Hamilton Tercepat Di Sesi Latihan Pertama GP Singapura

👤Widhoroso 🕔Jumat 30 September 2022, 19:21 WIB
LEWIS Hamilton menjadi yang tercepat dalam sesi latihan pertama balap Formula 1 GP Singapura, Jumat...
Antara

Kevin Sanjaya dan Herry IP Akhirnya Saling Minta Maaf

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 30 September 2022, 16:03 WIB
PBSI menyatakan bahwa kedua pihak sudah bertemu untuk menyelesaikan persoalan. Baik Kevin Sanjaya maupun pelatih Herry IP, sama-sama...
Toshifumi KITAMURA / AFP

Quartararo Percaya Diri Bisa Kembali Naik Podium di Thailand

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 30 September 2022, 13:04 WIB
Modal pernah naik podium finis di posisi dua di Sirkuit Internasional Chang membuat pembalap Yamaha itu optimistis bisa menjaga posisi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya