Minggu 21 Februari 2021, 20:38 WIB

Djokovic Catat Sejarah, Segel Gelar Grand Slam ke-18

Dero Iqbal Mahendra | Olahraga
Djokovic Catat Sejarah, Segel Gelar Grand Slam ke-18

William WEST / AFP
Petenis nomer satu dunia Novak Djokovic akhirnya meraih gelar Grand Slam ke 18 setelah juara di Australia Open, Minggu (21/2/2021)

PETENIS nomer satu dunia Novak Djokovic akhirnya meraih gelar Grand Slam ke 18 dalam kariernya. Dalam partai final menghadapi petenis Rusia Daniil Medvedev, petenis asal Serbia tersebut menang secara dominan 7-5, 6-2, 6-2.

Kemenangan tersebut membuatnya memperpanjang catatan petenis pria single yang menjuarai Australia terbuka dengan gelar terbanyak, yakni 9 kali. Gelar Grand Slam ke 18 ini membuatnya mendekati posisi Roger Federer dan Rafael Nadal yang memiliki gelar Grand Slam terbanyak dengan 20 gelar.

Petenis nomer satu dunia ini memainkan laga dengan kecepatan dan ketepatan dengan memenangkan 89 persen dari net poin (16/18). Djokovic menyamai posisi Rafael Nadal sebagai petenis kedua yang memenangkan sembilan gelar atau lebih di satu ajang Grand Slam yang sama.

Djokovic mematahkan catatan 20 kemenangan beruntun Medvedev dengan penampilan kuat di Rod Laver Arena. Petenis 33 tahun tersebut membalaskan dendam dari pertemuan sebelumnya 6-3, 6-3 di partai Final Nitto ATP. Kini Djokovic unggul dalam catatan head to head antara keduanya 5-3.

Di perjalanannya ke final kali ini Djokovic memang tidak mulus seperti musim-musim sebelumnya. Ia kehilangan lebih banyak set di tahun ini, ia kehilangan lima set di ajang Grand Slam kali ini.

Ia juga sempat nyaris tidak dapat melanjutkan perjalanannya di turnamen karena cedera perut setelah pertarungan empat set melawan Frances Tiafoe di babak kedua. Ia bahkan menampilkan penampilan yang menginspirasi saat menghadapi Taylor Fritz lima set di babak ketiga. Djokovic juga dipaksa bertarung empat set saat menghadapi Milos Raonic dan Alexander Zverev.

Di laga ini Djokovic memang membuat Medvedev frustrasi dengan permainannya sendiri. Petenis Rusia tersebut memang gagal bersinar di final Grand Slam keduanya setelah Amerika Terbuka. Ia pun sempat tertangkap kamera membanting dua kali raketnya dengan yang pertama dibanting hingga patah.

Di final kali ini Medvedev memang berniat untuk merebut gelar utama perdananya. Juara bertahan Nitto ATP Finals ini memang hanya mampu menjadi runer up di dua final Grand Slam nya. Di final sebelumnya di Amerika Terbuka Medvedev menantang Rafael Nadal pertarungan epik lima set selama empat jam 51 menit.

baca juga: Rayakan Menang Australian Open Naomi Osaka Ingin Tiga Hal Ini

"Selamat bagi Novak dan timnya. Sembilan Grand Slam di Australia dan 18 total Grand Slam sebagai sesuatu yang luar biasa dan itu mungkin bukan gelar terakhir Anda," ungkap Medvedev di upacara penyerahan piala.

Dengan capaiannya di final tahun ini, peringkatnya di FedEx ATP Rangking melompat ke peringkat 2 dunia melampaui Dominic Thiem di peringkat 3 yang rencananya akan di umumkan pada hari Senin. (ATP Tour/OL-3)
 

Baca Juga

JEAN-FRANCOIS MONIER / AFP

Di Tim Satelit Yamaha, The Doctor Ingin Tampil Lebih Kompetitif

👤 Rifaldi Putra Irianto 🕔Selasa 02 Maret 2021, 14:52 WIB
Berpindah dari tim pabrikan Yamaha ke tim Satelit, juara dunia sembilan kali yang dijuluki the Doctor mengaku senang masih dapat membalap...
Antara/Aditya Pradana Putra.

Bagas/Fikri Bertekad Berikan Penampilan Terbaik di Swiss Terbuka

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Selasa 02 Maret 2021, 13:37 WIB
Menerima vaksinasi covid-19 dari pemerintah beberapa waktu lalu sebelum keberangkatan ke Swiss, Fikri mengaku hal itu memberikan ketenangan...
AFP/	MIKE EHRMANN

Joakim Noah Putuskan Pensiun dari NBA

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Selasa 02 Maret 2021, 11:50 WIB
Sepanjang karirnya, Noah telah menjadi NBA All-Star dua kali dan dinobatkan sebagai pemain bertahan terbaik 2014 di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya