Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEGAGALAN Roger Federer melaju ke partai final Australia Terbuka 2020 membuat pesaingnya semakin terbuka untuk menyamai atau menyusul rekor 20 gelar Grand Slam-nya.
Penggemar Federer memanggilnya dengan sebutan Greatest Of All Time (GOAT) tetapi setelah kalah di Australia Terbuka, cengkeramannya di Grand Slam semakin lama semakin lemah.
Ketika Federer berjalan dengan perlahan keluar dari Rod Laver Arena, Kamis (30/1), setelah kalah di semifinal dari Novak Djokovic, ia sadar bahwa usia 38 tahun sudah habis untuk menambah kemenangan pada daftar 20 gelar Grand Slamnya.
Adalah Rafael Nadal yang masih 33 tahun siap menyalip rekor dirinya dengan capaian berdiri 19 Grand Slam dan merupakan favorit untuk mencapai gelar ke-20 nya di Prancis Terbuka, Mei-Juni mendatang.
Baca juga: Singkirkan Federer, Djokovic Selangkah lagi Berjaya di Melbourne
Djokovic juga punya kesempatan untuk menyusul raihan Federer. Di usianya yang masih 32 tahun, ia telah memiliki 16 gelar Grand Slam dan akan meraih gelar Australia Terbuka kedelapan jika menang di laga final, Minggu (2/2).
Dia tidak menunjukkan tanda-tanda melambat setelah memenangkan empat Grand Slam dalam dua tahun terakhir.
Federer berulang tahun yang ke-39 pada saat Roland Garros dan Wimbledon bergulir, hampir dua tahun lebih tua dari Ken Rosewall ketika ia menjadi juara Grand Slam tertua di usia 37 tahun di Australia Terbuka 1972.
Gelar Grand Slam terakhir Federer datang di Australia Terbuka, dua tahun lalu.
Jadi, sementara Federer mungkin masih menggunakan backhand terbaik dalam permainan, hal itu bisa menjadi gaya yang membedakannya dari pesaing-pesaingnya.
Namun, petenis asal Swiss itu tidak pernah pergi tanpa perlawanan. Ia tidak pernah menyerah di tengah pertandingan.
Seiring berjalannya waktu, ketahanan fisiknya semakin lama, semakin meningkat.
Federer melakukan dua kali penampilan menakjubkan di putaran sebelumnya di Melbourne. Dia berhasil mencuri dua poin untuk terhindar dari kekalahan saat melawan John Millman dan menyelamatkan tujuh match point melawan Tennys Sandgren di perempat final.
Setelah ketegangan pangkal paha dalam pertandingan lawan Sandgren, desas-desus beredar bahwa Federer bahkan mungkin tidak mengambil pertandingan melawan Djokovic.
Nyatanya, Federer tetap tampil di laga semifinal meski harus dikalahkan Djokovic 7-6 (7/1), 6-4, dan 6-3.
"Hari ini mengerikan, untuk menjalani apa yang saya lakukan," ujar Federer.
Djokovic sangat menyadari daya tahan Federer setelah laga sengit keduanya yang menghabiskan waktu lima jam di final Wimbledon tahun lalu.
"Ini adalah fakta yang luar biasa bahwa dia tidak pernah pensiun dari pertandingan, bukan pertandingan tunggal, sepanjang kariernya. Rasa hormat yang besar untuk itu," kata Djokovic.
Federer juga tidak akan pensiun dari tenis, meskipun dia tahu cedera bisa membuat keputusannya berubah. (AFP/OL-1)
Kurniahu Tjio Kay Kie, mantan atlet sekaligus ayahanda dari legenda ganda putra Marcus Fernaldi Gideon, meninggal dunia pada Kamis (29/1) dini hari.
JUARA bertahan Jannik Sinner menegaskan kesiapannya menghadapi Novak Djokovic pada babak semifinal Australia Terbuka setelah menyingkirkan petenis Amerika Serikat, Ben Shelton.
Keputusan mundur Musetti menjadi berkah besar bagi Djokovic yang sepanjang pertandingan tampil di bawah performa terbaiknya dan dipenuhi kesalahan sendiri.
Jessica Pegula menang dua set langsung 6-2 dan 7-6 (7-1) sekaligus menghentikan langkah Amanda Anisimova di perempat final Australia Terbuka
Jessica Pegula melaju ke perempat final Australia terbuka setelah menumbangkan juara bertahan Madison Keys. Pegula tampil klinis dan kini bidik gelar Grand Slam perdana.
Aryna Sabalenka melaju ke perempat final Australia Terbuka ke-13 kalinya secara beruntun, usai menaklukkan Victoria Mboko dan samai rekor Novak Djokovic.
Jannik Sinner berpotensi menjadi petenis putra pertama yang memenangkan Sunshine Double sejak Roger Federer pada 2017.
Aryna Sabalenka, sukses mempertahankan gelarnya di turnamen WTA 1000 Miami Terbuka setelah menumbangkan unggulan keempat, Coco Gauff, lewat drama tiga set 6-2, 4-6, dan 6-3.
Duet Aldila/Ingrid menyudahi perlawanan Baptista/Stearns melalui drama tiga set dengan skor 6-2, 6-7, dan 10-6 di Miami Terbuka.
Jannik Sinner, tampil dominan saat menyingkirkan wakil Bosnia dan Herzegovina, Damir Dzumhur. Sinner menutup laga dengan skor identik 6-3 dan 6-3 dalam waktu 70 menit.
Kompetisi Grup I Zona Asia/Oseania Piala Billie Jean King (BJK Cup) 2026 tersebut dijadwalkan berlangsung di New Delhi, India, pada 7-11 April mendatang.
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin takluk dari pasangan Denmark, Christian Faust Kjær/Rasmus Kjær, melalui pertarungan rubber game dengan skor 18-21, 21-12, dan 14-21 di Orleans Masters.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved